CAHAYASIANG.ID, Tahuna – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe Berkolaborasi dengan Black Horse Entertainment, yang adalah Production House dalam pembuatan Film Berjudul “Ada Cinta Di Nusa Utara”, adalah Sebuah langka maju yang di ambil untuk memperkenalkan Daerah ini ke dunia luar, terbukti di Ruangan Rapat Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe di adakan pertemuan untuk membahas Naskah Kerjasama Pembuatan Film tersebut, pada Selasa (08/08/23).

Pemerintah Daerah yang di hadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Melancton Harry Wolff kepada CAHAYASIANG.ID menyampaikan bahwa dengan adanya kerjasama yang terbangun dengan pihak ketiga dalam hal ini Black Horse Entertainment sebagai Production House dalam pembuatan Film ini, sangat menguntungkan sekali untuk Daerah.
“Dengan Kerjasama yang terjalin antara Pemkab Sangihe dengan pihak ketiga dalam pembuatan Film ini tentunya menguntungkan Daerah kita karena dalam film ini mengangkat kondisi keberadaan Sangihe, khususnya dari sisi Peradaban dan Kebudayaan serta Kondisi Potensi Pariwisata yang ada di Kepulauan ini,” tutur Sekda.

Lebih lanjut di katakannya, ketika Film ini selesai di garap dan sudah di tonton oleh khalayak luas maka Sangihe akan lebih di kenal lagi baik Regional, Nasional bahkan Internasional
“Ketika semua proses pembuatan film ini sudah rampung dan di lihat oleh semua masyarakat Indonesia bahkan Dunia, itu akan menjadi suatu kebanggaan bagi Daerah kita dan tidak menutup kemungkinan akan membuka pertumbuhan Pariwisata kita,” pungkas Wolff.
Pada kesempatan yang sama, salah seorang dari tim, Fanny Tukunang (Line Producer) yang juga Putra Daerah Sangihe, menceritakan bahwa awal mula muncul ide untuk memperlihatkan Sangihe kepada Dunia Luar lewat Komunitas ‘Anak Sangihe Rantau’ (ASR) dimana Komunitas ini bergerak di bidang Budaya dan Sosial, sehingga untuk lebih cepat memperkenalkan kepada dunia Nasional atau pun Internasional, di buatlah lewat film.
“Kami yang tergabung di dalam Komunitas Anak Sangihe Rantau (ASR) di Jakarta, yang bergerak di bidang Budaya dan Sosial ingin memperlihatkan kepada Dunia bahwa Sanger itu ada dengan kekayaan Budaya di dalamnya, sehingga kami memutuskan untuk membuat suatu Film dimana di dalam Film itu nantinya akan di isi dengan Kebudayaan – Kebudayaan Sangihe,” cerita Fanny.

Diding Supriadi sebagai pemilik Production House (PH) Black Horse, ketika di tanya soal Konsep Film ini mengatakan bahwa cerita dalam film ini adalah Kisah Cinta dari seorang Sutradara kelahiran Sangihe, Fredly Berdlino Kaumbur alias Ungke Kaumbur.
“Film Ini menceritakan Kisah Cinta atau Cerita Cinta dari Sutradara asal Sangihe, yang lahir di sini dan sudah hidup menetap di Jakarta, ingin di Visualisasi lewat Film, seperti apa jalan ceritanya kita tunggu semua proses sampai selesai dan mudah – mudahan tidak ada kendala,” Pungkas Diding. (*HR)





