
Selain itu, Andrei memaparkan pemanfaatan Command Center dan layanan darurat 112. Sistem tersebut digunakan untuk membantu pemerintah memantau sekaligus merespons berbagai kondisi masyarakat, termasuk persoalan sosial, keamanan dan layanan publik.
Layanan 112 juga telah terintegrasi melalui koordinasi dengan Polres dan PLN, termasuk dalam penanganan laporan berkaitan dengan penerangan atau gangguan listrik.
Digitalisasi pemerintahan turut menjadi salah satu topik yang menarik perhatian rombongan. Andrei menjelaskan bahwa Pemkot Manado mengembangkan sistem digital untuk memantau berbagai program dan kegiatan pemerintah, sekaligus menyediakan data mengenai profil masyarakat hingga aktivitas kepala lingkungan.
“Semua masyarakat Kota Manado ada datanya. Kerja-kerja kepala lingkungan juga kita bisa pantau,” kata Andrei.

Diskusi juga menyentuh pengelolaan perusahaan daerah air minum. Dalam sesi tersebut, Andrei menanyakan kondisi pelayanan dan pendapatan PDAM Kabupaten Malang yang disebut berada di kisaran Rp50 miliar per tahun.
Pembahasan kemudian berkembang pada potensi sektor perikanan, khususnya komoditas ikan cakalang. Andrei menjelaskan bahwa industri pengalengan ikan lebih banyak berkembang di Kota Bitung, sedangkan di Manado pengolahan cakalang banyak dilakukan pelaku UMKM dalam bentuk produk seperti cakalang asap atau cakalang fufu.
Hal lain yang menarik perhatian rombongan adalah kebijakan terhadap kepala lingkungan di Kota Manado.
Ketika ditanyakan mengenai tugas dan kompleksitas pekerjaan kepala lingkungan, Andrei menjelaskan bahwa insentif kepala lingkungan di Kota Manado mencapai sekitar Rp5 juta per bulan.
Angka tersebut menarik perhatian pejabat Pemkab Malang karena insentif kepala lingkungan di Kabupaten Malang disebut berada di kisaran Rp3 juta per tahun.

Selain kepala lingkungan, Andrei juga menyampaikan adanya dukungan insentif bagi tokoh agama di Kota Manado yang berada pada kisaran Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan. Dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peran tokoh agama dalam kehidupan sosial dan kerukunan masyarakat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh diskusi. Kedua pemerintah daerah saling berbagi pengalaman mengenai strategi pengembangan wilayah, peningkatan PAD, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat hingga pemanfaatan teknologi dalam pemerintahan.
Kunjungan kerja tersebut kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Kabupaten Malang.
Melalui pertemuan ini, kedua daerah diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan membuka peluang kerja sama di berbagai sektor, khususnya pariwisata, ekonomi kelautan, investasi, pelayanan publik serta inovasi pembangunan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*RS)


