CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe, lewat Instansi Teknis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus melakukan Terobosan untuk Meminimalisir Tingginya angka Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak dibawah Umur dengan melakukan Sosialisasi Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat, secara Marathon ke 15 Kecamatan yang ada di Kepulauan Sangihe.

Kegiatan ini diawali dari Kecamatan Manganitu Selatan (Mangsel) sejak pekan lalu, dan terus di Lakukan Sosialisasi secara berpindah – pindah ke Kecamatan lain, mengingat tingginya angka kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak dibawah umur
Pada kesempatan itu Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kepulauan Sangihe, Vebe K. A. Bawole, S. Sos., M.E., mengatakan, berdasarkan data, Manganitu Selatan menduduki urutan ke (6) di Kabupaten Sangihe untuk kasus kekerasan Seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur.
“Artinya pada tahun 2023 ini, ada peningkatan kasus dari tahun-tahun sebelumnya. Itulah sebabnya sehingga kami mengadakan Kegiatan Sosialisasi Pergerakan dan Pemberdayaan Masyarakat ini, sebagai upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat sehingga masyarakat menjadi lebih paham terkait hal ini.” ujar Bawole.

Kegiatan yang di laksanakan secara marathon untuk menjangkau 15 Kecamatan yang saat ini sudah selesai di kunjungi dan Kadis DP3A berharap semua Upaya yang sudah di lakukan bisa Berdampak Baik untuk meminimalisir Kasus.
“Kami berharap dengan Upaya yang sudah Kami lakukan di 15 Kecamatan ini akan memberikan Dampak atau Perubahan untuk mengurangi Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan anak dibawah umur,” Pungkas Feybe Bawole.
Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, para Kapitalaung-kapitalaung, para sekretaris kampung, perangkat-perangkat kampung, tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat. (*Anto)






