CAHAYASIANG.ID // Jakarta – Beredar kencang diberbagai diskusi pada kalangan relawan jokowi bahwa yang paling tepat melanjutkan legacy adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, sebagai Capres maupun Cawapres.
Salah satu pendukung militan Presiden Jokowi, Laksono yang populer dipanggil Dodik Geger ini mengatakan, Terbalik yang cocok Moeldoko-Ganjar.
“Ingat Wahyu Keprimbonan atau Primbon Jawa, jatuhnya sekarang ke Jatim. Jokowi Jateng, Masa Ganjar, Jateng lagi,” ujar Putra Kediri tersebut.
Sebagai Catatan, perihal pengusungan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden itu mempunyai persyaratan utama Presidensial Threshold, yaitu Parpol dengan 20% Suara Nasional atau punya perolehan 25% kursi parlemen.
Sedikit membuka cakrawala berpikir, partai politik (parpol) punya hak penuh khususnya yang punya kursi DPR RI atau Parlemen untuk mengusung siapa jagoan capres dan cawapresnya.
Kemudian, ada juga prahara tugas serta fungsi parpol yang tujuan utamanya adalah pileg, tentu efek terbesar yang akan diterima, serta maksimal adalah dengan cara mengusung Pimpinannya sebagai kandidat capres atau cawapres maka penerimaan efek ekornya maksimal.
Sebagai Pendukung Jokowi tulen, Dia berpandangan, Ada lima keunggulan Moeldoko dibanding Ganjar.
Pertama, Asal Daerah. Moeldoko jatim, Ganjar Jateng. Ingat siklus asal presiden RI, Bung Karno Jatim, Pak Harto Jateng, Gus Dur Jatim, Megawati Jateng, SBY Jatim, Jokowi Jateng.
“Berikutnya pasti Jatim, Siapa dia? Moeldoko,” tambahnya.
Kedua, Jenjang Karir. Moeldoko nasional,
Mantan panglima TNI, Ketum HKTI, Maka disebut Panglima Tani, Kepala Staf Kepresidenan jabatan setingkat menteri.
“Sedangkan, Ganjar lokal/daerah dan baru jadi gubernur Jateng,” lanjutnya.
Ketiga, Resistensi.
- Moeldoko diterima semua golongan, Kadrun maupun nasionalis. Kampret maupun cebong, Ganjar ditolak kadrun dan kampret.
“Ingat pernyataan, Amin Rais yang menyatakan Ganjar berbahaya bagi kadrun,” ungkapnya mengingatkan.
Keempat, Mengatasi Ancaman Dalam dan Luar Negeri. Moeldoko siap dan sanggup mengatasi gangguan keamanan baik dalam dan luar negeri.
“Dia siap menghadapi kekacauan dan serangan Amerika dan Eropa yang kecewa terhadap program jokowi, Karena dia jendral bintang empat yang jenius dan pengalaman tempur, sedangkan Ganjar sulit dan gagap. Karena dia sipil murni,” sambungnya.
Kelima, Visi. Moeldoko visioner, Visinya jelas. Menuju era Indonesia emas dengan gemilang, Dia kaya Visi, sedangkan Ganjar sepi konsep kebangsaan. (Deon)






