CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – Begitu takut dan gemetarnya SBY kalah dalam adu data dan fakta melalui Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) yang diajukan oleh DPP Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) pimpinan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, SBY Sang Pecundang, mantan Presiden yang mendapatkan julukan Bapak Mangkrak Indonesia itu, telah direncanakan akan memimpin langsung gerakan turun ke jalan bersama seluruh kader Partai Demokrat pimpinan AHY se Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Saiful Huda Ems (SHE) selalu Lawyer dan Pemerhati Politik.

“Kami belum tau, apakah itu yang disebut oleh pengurus Partai Demokrat pimpinan AHY, sebagai gerakan People Power yang telah mereka rencanakan?” tanya Saiful
Dalam tulisannya, Ia melanjutkan People Power, sebuah jargon penyembah SBY yang hanya bisa diterima oleh otak yang korslet, mengingat gerakan People Power yang lazimnya terjadi di berbagai negara, biasanya dipimpin oleh manusia-manusia revolusioner yang sudah kenyang dengan pahit dan getirnya hidup, dan bukan dipimpin oleh seorang mantan Presiden mangkrak yang kaya raya, hidup bergelimang harta dan kemewahan, bersama Pangerannya, si Bocil yang hanya lihai dalam menyisir rambut !. Apa yang SBY apalagi AHY ketahui tentang teori revolusi sosial? Apa yang SBY dan AHY ketahui tentang teori gerakan People Power?.
“Tahukah mereka soal kondisi objektif dan subjektif yang harus dipenuhi sebagai syarat prakondisi untuk menggerakkan manusia-manusia heroik yang demikian? Saya pastikan, pengetahuan mereka soal itu Nol Besar !. Rakyat di negeri ini mayoritas masih sangat mencintai presidennya, masih percaya sama Pemerintah, masih hidup layak tak kekurangan sandang, pangan dan papan.” tegasnya
Menurutnya Jikapun masih ada rakyat yang hidup dalam kemiskinan ekstrim, itu juga masih banyak yang tertolong oleh berbagai kebijakan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin yang pro rakyat. Ini artinya kondisi objektif itu belum terpenuhi untuk melakukan gerakan sosial people power. Ini tak jauh beda dengan mimpi siang bolong Amien Rais di beberapa tahun yang lalu, ketika ia tidak diakomodir kepentingan terselubungnya oleh Presiden Jokowi.
Ia lanjut menanyakan apa yang akan dilakukan dengan People Power ala SBY dan si Bocil AHY ini nanti?! People power demi perut dan kekuasaan mereka sendiri, ataukah people power demi kesejahteraan rakyat? Rakyat yang mana? Rakyat yang pernah jadi menteri di zaman Pemerintahan SBY dan dipenjara karena terlibat korupsi itukah? Rakyat yang ketangkap aparat karena nyabu dan main prostitusi di hotel yang keluar masuk Cikeas itukah? Rakyat yang pernah jadi Bupati Penajam Paser Utara yang diseret KPK karena korupsi untuk setor ke Cikeas itukah? Rakyat yang pernah jadi Gubernur Papua dan korup lalu tidak mau dipanggil oleh KPK, sampai kemudian kelaparan dan cari makan diluar rumah baru kemudian ditangkap dan dibawa ke Jakarta oleh KPK itukah? “SBY dan AHY harus jujur menjawabnya !.” tantang Saiful
Saiful mengatakan dia telah mendapatkan informasi, bahwa hari ini Jumat 16 Juni 2023, SBY dan AHY menginstruksikan seluruh kader Partai Demokrat melakukan gerakan Cap Jempol darah di Kantor DPP Partai Demokrat Pimpinan AHY di Jalan Proklamasi Jakarta Pusat.
“Dan teman-teman wartawanpun bertanya pada saya, apa pandangan saya mengenai Gerakan Cap Jempol Darah ala kader Partai Demokrat pimpinan AHY ini? Inilah jawaban saya: SBY itu benar-benar minim ide, minim gagasan, sampai melakukan gerakan politik pun SBY dan AHY harus menduplikasi gerakan politik yang pernah dilakukan oleh PDI ketika PDI hendak direbut oleh Rezim Soeharto dari tangan Ibu Megawati.” tegasnya
Lantas Saiful menuturkan SBY itu pecundang yang sedang ketakutan dengan bayang-bayang kejahatannya sendiri ! SBY pecundang karena merampok Partai Demokrat dari para pendirinya, namun ketika partai itu mau direbut kembali oleh para pendiri dan kader-kadernya secara konstitusional, SBY malah teriak-teriak seolah-olah SBY yang hendak kecolongan ! Ini logika politik yang terjungkir balik.
“Jika SBY seorang warga negara yang taat hukum dan benar-benar seorang Demokrat sejati, harusnya SBY sabar menunggu keputusan PK dari Mahkamah Agung, dan bukannya malah terus memprovokasi gerombolannya untuk melakukan people power, turun ke jalan dan melakukan Cap Jempol Darah. Ini gerakan plagiat yang sangat kasat mata, yang telah dilakukan oleh mantan Presiden yang terlalu banyak menghayal, hingga triliunan rupiah anggaran APBN ludes digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang tak dapat dituntaskannya !.” ungkapnya
Diakhir tulisannya, Saiful dengan tegas dan berani mengatakan Presiden ke 6 RI itu adalah perampok Partai Demokrat itu semakin nyata terlihat takut dan gemetarnya, SBY cemas partainya akan dikembalikan lagi oleh Mahkamah Agung pada para pendiri dan pengurus aslinya yang sah. “
SBY galau lalu mencari-cari alasan mau melakukan gerakan melawan Pemerintah dengan tuduhan Presiden Jokowi mau menjegal Capres Anies Baswedan. Padahal ini fakta yang terjadi: AHY tidak diterima oleh NASDEM sebagai Bakal Calon Wakil Presidennya Anies, karena selain AHY tidak layak jual juga NASDEM dan Anies sendiri kebingungan mendapatkan tiket untuk Nyapres karena kurang dukungannya !” tulis Saiful melalui pesan WhatsAppnya. (*Dego)






