
CAHAYASIANG.ID, Manado — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang Manado terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna merealisasikan target pelayanan air bersih non-stop selama 24 jam penuh di wilayah Kota Manado.
Kepala Divisi Produksi dan Distribusi PDAM Wenang, Jacky Tengkel, mengatakan bahwa gangguan suplai air yang sempat dikeluhkan warga di beberapa titik—seperti di Desa Winangun 1 selama kurang lebih dua minggu terakhir—terjadi akibat adanya proses rekayasa jaringan. Rekayasa berupa pengaturan katup dan Pressure Reducing Valve (PRV) ini dilakukan untuk memaksimalkan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 350 liter per detik (LPS) di wilayah Lotta.
“Untuk memaksimalkan pelayanan dari IPA baru ini, kami melakukan beberapa rekayasa jaringan. Hal ini berdampak pada terhambatnya distribusi air di sejumlah wilayah selama kurun waktu dua minggu terakhir,” ujarnya.
Meski demikian, pihak PDAM mengonfirmasi bahwa per semalam, jalur distribusi air telah dikembalikan ke posisi semula secara bertahap sambil menunggu performa jaringan mencapai titik optimal (top performance).
Pipa Tua dan Tambahan Debit Air
Kepada sejumlah awak media, Jacky menyebut bahwa dalam proses rekayasa tersebut, PDAM tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan. Salah satu faktor utama adalah kondisi infrastruktur pipa di pusat Kota Manado yang sebagian besar sudah berusia tua, bahkan mencapai lebih dari 50 tahun.
Kendati revitalisasi pipa secara menyeluruh membutuhkan anggaran yang sangat besar, PDAM tetap mengoptimalkan jaringan yang ada dengan terus memitigasi berbagai risiko kebocoran.
Optimisme PDAM untuk mencapai target pelayanan 24 jam, didorong oleh ketersediaan pasokan air yang melimpah. Saat ini, total kapasitas debit air yang dihasilkan di wilayah Lota mencapai 500 hingga 550 LPS (gabungan IPA lama 200 LPS dan IPA baru 350 LPS). Angka ini dinilai sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan para pelanggan.
“Secara keseluruhan, PDAM Wanua Wenang mengelola sekitar 9 hingga 10 titik sumber air di Kota Manado, antara lain Lota, Pancuran 9, Tllida, Sea, Koka, Paal 2, Kima, Mapanget/Paniki, dan Politeknik,” ungka Jacky.
Program Sambungan Baru Gratis hingga 2030
Selain fokus pada pembenahan teknis, Jacky mengungkap bahwa PDAM Wanua Wenang Manado saat ini memprioritaskan program Sambungan Rumah gratis bagi calon pelanggan baru. Jika sebelumnya biaya pendaftaran pelanggan baru mencapai Rp1.650.000, kini masyarakat dapat mengajukan pendaftaran tanpa dipungut biaya pemasangan.
“Anggaran kita saat ini lebih terkonsentrasi untuk program sambungan gratis. Mengapa kita berani? Karena kita sudah punya instalasi baru yang sangat memadai,” jelasnya.
Dari total sekitar 30.000 pelanggan aktif saat ini, tercatat ada sekitar 7.000 hingga 10.000 pelanggan baru yang telah memanfaatkan program sambungan gratis sejak tahun 2024. Program pemasangan gratis ini dipastikan akan terus berlanjut hingga tahun 2030 mendatang. (ak)



