CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Ketua Umum Harimau Jokowi, Saiful Huda Ems mengatakan, Mungkin sudah menjadi hal yang sangat jelas bagi khalayak umum, bahwa Gerakan 212 Tahun 2016 di DKI Jakarta dulu, itu dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam garis keras, yang dipimpin beberapa pentolan-pentolan Front Pembela Islam (FPI).

Namun menurut Saiful Huda Ems kepada media cahayasiang.id Sabtu (24/6/2023), khalayak umum itu tentu pula sangat mengerti, bahwa mereka itu (FPI) hanyalah orang-orang lapangannya saja, sedangkan intellectual dader (otak intelektualnya) adalah para politisi yang terdapat di Partai Gerindra, Demokrat, PAN dan lain-lain nya. Namun benarkah yang terjadi sesungguhnya demikian?
CATATAN: MISTERI 212 DAN POSISI ISTANA MENURUT SAIFUL HUDA EMS
Pada mulanya saya cukup lumayan dekat dengan beberapa orang yang katakanlah Ring 1 Istana. Hampir setiap hari saya menjalin kontak komunikasi dengan mereka, dan yang selalu kami bicarakan adalah konsolidasi kekuatan para pendukung Presiden Jokowi.
Akan tetapi ada hal aneh ketika Jakarta memanas, yakni menjelang adanya demo besar-besaran (212) yang hendak melenyapkan Ahok dari bukan hanya Jakarta, namun Panggung Politik Indonesia. Hampir tiap hari saya dikirimi mereka link berita soal isu-isu miring korupsi Ahok.
Pada mulanya saya bertanya-tanya dalam hati, apa maksudnya orang-orang Ring 1 Istana ini mengirimi saya link berita-berita yang demikian secara terus menerus? Apakah maksudnya saya diminta untuk melakukan counter opini terhadap isue-isue demikian yang lalu lalang di medsos? Namun semakin kesini semakin jelas tanda-tandanya yang sangat berbeda dari yang saya duga. Ada kemungkinan besar, bahwa merekapun ingin menyingkirkan Ahok.
Meski demikian, saya tidak pernah bergeser dari pendirian saya untuk tetap mendukung Ahok, dan sayapun dijadikan sebagai salah satu advokat kuasa hukum dari Kasus Penistaan Agama yang dituduhkan pada Ahok.
Sejak saat itu sayapun dijauhi oleh mereka, namun bersyukur nasib baik masih berpihak pada saya, mereka pergi datanglah orang-orang Ring 1 Istana lainnya yang lebih arif dan bijaksana berteman dengan saya.
Berhari-hari ketika itu saya terus berpikir keras, kenapa gelombang dukungan untuk aksi 212 ini begitu deras, dan kenapa pula Istana ketika itu tidak terlalu tegas menyikapi mereka? Jikapun Ahok hanyalah sasaran “antara”, untuk yang sebenarnya mereka ingin menjatuhkan Presiden Jokowi, tetapi kenapa Pemerintahan Jokowi pada akhirnya harus pasrah, Ahok dipaksa masuk penjara oleh mereka?
Sayapun bertanya-tanya, jika Presiden Jokowi sebagai ancaman pertama mereka, kenapa orang-orang Ring 1 Istana itu malah seakan melemahkan semangat moril saya untuk mendukung Ahok ketika itu? Ada apa ini? Siapa sesungguhnya yang bermain di belakang layar atas semua ini?.
Saya sangat mengenal secara dekat beberapa pentolan penting Gerakan 212, bahkan di antaranya pernah ada yang jadi mantan bos perusahaan tempat saya dahulu bekerja, tapi kemudian putus hubungan, karena saya tak mau diajak melawan Presiden Jokowi.
Saya tau percis kekuatan politik mereka sesungguhnya itu hanya sampai dimana, tetapi kenapa kok saat itu mereka dapat menghimpun kekuatan yang sangat besar dan dahsyat sekali? Apalagi di antara orang-orang istana itu ada yang pernah jadi bosnya Habib Rizieq, harusnya mereka sangat mudah sekali menghentikan gerakan 212 yang dipimpin Habib Rizieq itu.
Lalu kenapa semuanya seakan tak berdaya menghadapi rencana...






