Sektor pendidikan juga tak luput dari perhatian Olly. Dirinya menyiapkan program magang di Cina bagi masyarakat Sulut untuk mempecepat transfer teknologi.
Sebelumnya, lewat dukungan Olly juga, sejumlah pelajar di Sulut pernah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Cina. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka kembali untuk membangun Sulut.
Komitmen dan optimisme Olly dalam membangun sumber daya manusia dan berbagai sektor strategis lainnya di Sulut memang tidak perlu diragukan lagi seperti peribahasa tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.
“Sulut lebih dikenal di dunia, pariwisata meningkat, investasi tambah banyak,” kata Olly.
Bukan hanya Rusia dan Cina, negara maju Jepang pun tak terlewatkan oleh Gubernur Olly untuk menjajaki peluang kerjasama di sektor perdagangan.
Olly menyampaikan kepada Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi bahwa Pelabuhan Bitung sudah layak untuk melakukan ekspor dan impor barang langsung ke Asia Timur seperti Jepang, Hongkong dan Korea Selatan.
Dalam pertemuan yang dihelat di Kantor KBRI Tokyo pada Maret 2023 ini Olly optimis bahwa kelak, ekspor dan impor di wilayah timur Indonesia khususnya Sulut bisa langsung melalui pelabuhan Bitung tanpa perlu melalui Pelabuhan Makassar, Ujung Pandang, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.
“Ekspor berbagai komoditas seperti perikanan dan pertanian ke Asia Timur bisa dilakukan dari Pelabuhan Bitung,” ucap Gubernur Sulut dua periode ini.
Olly mengatakan ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung menjadi sangat penting karena berkaitan dengan pengurangan waktu dan biaya logistik karena menempuh jarak yang pebih dekat ke Asia Timur.
Menurutnya, optimalisasi Pelabuhan Bitung dapat meningkatkan perekonomian daerah.
“Jadi, para pengusaha dan masyarakat Sulawesi Utara dapat memanfaatkannya untuk memperkuat perekonomian daerah,” kata dia.
Lokasi Pelabuhan Bitung yang dekat dengan perekonomian Asia...






