“Jangan membuat kegelisahan terhadap anak-anak yang belajar di sana. Kita berjalan di atas persepsi. Waktu saya jadi pangdam, saya memastikan. Kalau ada, saat itu juga saya tangkap,” semprot Moeldoko.
AL ZAYTUN ADALAH BAGIAN DARI SUB SISTEM DARI NEGARA INI
Apalagi, menurut Moeldoko, Mahad Al Zaytun bukan lembaga pendidikan baru. Tapi sudah puluhan tahun berdiri. Sehingga janganlah masyarakat hanya mengembangkan isu berdasarkan persepsi.
“Jangan kita hanya mengembangkan persepsi tentang isu-isu itu. Silakan bisa didalami lagi. Minimum Al Zaytun itu ada yang melihat, ada yang mengawasi, ada yang mengontrol dan menindak kalau ada yang menyimpang,” urai Moeldoko mengingatkan.
Terkait upaya penyelidikan yang katanya tertutup, Moeldoko menegaskan bahwa Al Zaytun adalah bagian dari sub sistem dari negara ini.
Maka karena itu, Moeldoko Menggarisbawahi, tidak ada negara, di dalam negara, dan tidak ada alasan, tidak bisa masuk juga. Tidak ada alasan Al Zaytun menutup diri, karena orang lain ingin mendalami.
MOELDOKO AKUI DEKAT DENGAN SYEKH PANJI GUMILANG
Soal kedekatan dengan Syekh Panji Gumilang, Moeldoko mengakuinya, tidak hanya karena dira pernah menjadi Pangdam di Wilayah Jawa Barat.
Saat aktif di HKTI pun, dirinya juga kagum bagaimana pertanian di pesantren dan ketahanan pangan yang terbangun.
“Kedekatan saya karena saya di HKTI, impresi dengan yang terjadi di sana. Dari sisi itu juga hebat, pesantren bisa mandiri seperti itu,” jawab Moeldoko. (Dego)






