
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna terus berinovasi dalam membina kemandirian warga binaan. Kali ini, Lapas Tahuna menjalin kemitraan strategis dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Daerah Tipe C Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di aula Lapas Tahuna.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tahuna Iskandar Djamil, SH MH., selaku Action Leader Aksi Perubahan “KaDji Shop”, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Christo Paransi, serta Tim Efektif Pelaksana Aksi Perubahan.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya dalam bidang kewirausahaan dan pengembangan usaha kecil berbasis karya pertukangan.
Melalui dukungan Dinas Koperasi dan UKM, warga binaan akan memperoleh pelatihan manajemen usaha, pendampingan dalam mengembangkan kewirausahaan, serta fasilitasi promosi dan pemasaran produk-produk yang dihasilkan dan dijual melalui KaDji Shop.
Kalapas Tahuna dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara Lapas dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berdaya saing.
“Melalui KaDji Shop, kami ingin memastikan hasil karya warga binaan tidak hanya menjadi bukti keterampilan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang bisa menopang kehidupan mereka setelah bebas nanti,” ujarnya, kepada media Cahaya Siang, Senin (3/11/2025).
Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM Sangihe mengapresiasi langkah inovatif Lapas Tahuna dan menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
“Kami siap memberikan pendampingan berkelanjutan, agar warga binaan dapat menjadi wirausahawan mandiri. Program ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi lokal melalui produk-produk kreatif yang dihasilkan,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, Lapas Tahuna menunjukkan komitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dalam mendukung visi pembinaan kemandirian yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Pemerintah serta Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, khususnya di bidang pemasyarakatan.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan Lapas Tahuna dapat menjadi model pembinaan produktif di wilayah perbatasan yang mampu mencetak warga binaan berdaya saing dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (*Anto)






