
CAHAYASIANG.ID, Tahuna – Komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia kembali dibuktikan. Rabu (6/8/2025), Markas Komando Lanal Tahuna menjadi lokasi pelaksanaan konferensi pers terkait pelimpahan barang bukti Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta penanganan terhadap sejumlah kapal yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum di laut, kepada Polres Kepulauan Sangihe untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.
Acara yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Tahuna, Letkol Laut (P) Hadi Subandi, turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Sangihe, instansi terkait, serta awak media.
Dalam keterangannya, Letkol Hadi memaparkan beberapa kasus penting hasil operasi maritim yang dilaksanakan tim gabungan Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Tahuna.
Salah satu kasus menonjol adalah penemuan B3 di KM. Merit Teratai yang sandar di Pelabuhan Nusantara Tahuna pada Minggu (13/7/2025) dini hari. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 12 karton sianida, 10 karung karbon, dan 10 karung cousticsoda flakes di dalam palka kapal. Barang-barang tersebut langsung diserahkan kepada Polres Kepulauan Sangihe untuk diproses lebih lanjut.
Masih di hari yang sama, Tim SFQR Lanal Tahuna juga berhasil memeriksa KM. Payaman di perairan Tahuna. Kapal yang dinakhodai Ridwan Hiongbalang ini terdeteksi menggunakan alat tangkap ikan yang tidak sesuai dengan dokumen perizinan yang dimiliki, termasuk keberadaan 8 ABK yang tidak tercatat dalam crew list. Pelanggaran administratif tersebut akan diproses lebih lanjut oleh stasiun PSDKP.

Tak berhenti di situ, pada Selasa malam (29/7/2025), dua kapal asal Filipina jenis pumpboat yaitu KM. Imanuel dan KM. Xian Kael berhasil diamankan di Teluk Tawoali, Kecamatan Manganitu. KM. Imanuel membawa 145 karung berisi campuran produk skincare, obat ayam, dan minuman keras (miras). Sementara KM. Xian Kael memuat 20 ekor ayam ras Filipina serta 30 dos obat ayam dan miras.
Kedua kapal tersebut diamankan karena diduga melakukan pelanggaran pelayaran dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Letkol Hadi Subandi menegaskan bahwa seluruh keberhasilan ini tidak lepas dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, yang selalu menekankan pentingnya deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai potensi pelanggaran di wilayah laut yuridiksi nasional.
“Ini adalah bukti nyata bahwa TNI AL hadir dan siap mengamankan setiap jengkal perairan Indonesia, termasuk di wilayah perbatasan seperti Sangihe,” ujarnya.
Dengan koordinasi yang solid bersama instansi terkait, Lanal Tahuna berkomitmen terus memperkuat pengawasan laut demi menjaga kedaulatan NKRI serta menjamin keselamatan masyarakat di wilayah perairan perbatasan. (*Anto)






