CAHAYASIANG.ID, MINAHASA – Mafia BBM makin merajarela di SPBU Tateli. Terbaru, viral dan beredar luas di platform sosial media milik seseorang dengan nama Mega. Hal ini pun terus mendapat sorotan tajam.
Pasalnya, kasus mafia BBM di SPBU Tateli yang sudah berlangsung cukup lama ini selain di anggap kebal hukum juga dinilai sudah merugikan masyarakat pengguna BBM.
Cara kerjanya pun sama yakni penggunaan BARCODE BODONG alias barcode milik orang lain.
Seperti yang dialami salah seorang ibu rumah tangga beberapa hari lalu saat hendak mengisi BBM kendaraan miliknya.
Betapa terkejutnya saat akan mengisi BBM tiba-tiba sang operator SPBU mengatakan bahwa barcode miliknya sudah terpakai.
Mendengar kalau barcode tersebut sudah digunakan, sontak dirinya bereaksi protes ke operator SPBU.
Namun sayang meski sudah protes langsung ke pengawas SPBU dan operator akhirnya Mega pulang dengan sejuta kekecewaan.
“Intinya kita merasa di rugikan pak, apalagi ini kejadian 2x di hari yg berbeda dan di spbu yang sama”. Ucap Mega penuh kekecewaan.
Pulang dengan membawa kekecewaan, Mega bersama sang suami pun akhirnya melapor kejadian ini ke direskrimum polda sulut.
Adanya penggunaan BARCODE BODONG yang sering dikeluhkan warga terjadi di SPBU Tateli bukanlah hal baru.
Hingga maraknya GALON BBM yang berjubelan di area pengisian pun sudah menjadi pemandangan biasa di SPBU Tateli. (R_01)





