CAHAYASIANG.ID, Manado – Sejumlah personil Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Utara (Sulut) pada pekan lalu, melakukan pertemuan dengan Gubernur Yulius Selvanus. Dari pemberitaan di sejumlah media lokal, pertemuan tersebut membahas soal sinergitas antara Kwarda Sulut dam pemerintah daerah, terkait dukungan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Namun dari penulusuran informasi yang dilakukan, pertemuan tersebut terutama membahas tentang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Sulut. Hal itu menguat karena telah beredar surat dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka yang mengharapkan Kwarda Sulut dapat segera melaksanakan Musda.

“Memang sudah ada surat yang dikirimkan ke Kwarda Sulut dan itu adalah surat kedua yang meminta agar Kwarda Sulut dapat berkoordinasi dengan Gubernur untuk segera melaksanakan Musda, dengan berkoordinasi dengan berhubung masa kepengurusan Kwarda Sulut telah berakhir pada bulan Desember 2025,” ucap salah satu sumber di Kwarnas yang enggan namanya disebutkan.
Lanjut sumber, surat dengan nomor 0076-00-B betanggal 6 Maret 2026 yang berklasifikasi penting/segera dan ditandatangani oleh Ketua Kwarnas Gerakan Paramuka, Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso itu, menyebutkan juga bahwa jika hingga waktu yang ditentukan Kwarda Sulut tidak dapat menyelenggarakan Musda, maka Kwarnas akan berkoordinasi dengan Gubernur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sulawesi Utara, untuk segera membentuk caretaker Kwartir Daerah.
Terkait pertemuan dengan Gubernur Sulut tersebut, pihak Kwarda Sulut, dalam hal ini Sekretaris Kwarda, AKBP (Purn) Eliasar Sopacolly, yang dihubungi melalui nomor Whatsapp, belum memberikan tanggapan.
Namun, indikasi bahwa Musda Gerakan Pramuka Sulut akan siap dilaksanakan, muncul dipostingan akun medsos milik sejumlah anggota pengurus yang ikut dalam pertemuan dengan Gubernur Sulut, yang dilaksanakan pada Kamis (12/03/2026) lalu.
Harapan agar Musda Gerakan Pramuka Sulut dapat segera terlaksana, telah dikemukan sebelumnya oleh sejumlah pemerhati Pramuka. Harapan itu mengemuka disebabkan periode kepengurusan Kwarda Sulut tahun 2020-2025 dibawah kepemimpinan Kak Vanda Sarundajang, telah berakhir pada tanggal 28 Desember 2025. (ak)






