
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Koperasi Desa Merah Putih adalah salah satu langkah strategis yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah pedesaan. Fokus utama program tersebut ialah sektor Pertanian, dan buruh tani.
Dimana, Gagasan Besar Presiden Prabowo Subianto, Pertama, Satu Desa, Satu Koperasi. Kedua, Menstabilkan Harga Pangan. Ketiga, Mengurangi Ketergantungan Pada Operasi Pasar.
Sementara, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjelaskan, bahwa dengan Koperasi Merah Putih, rantai distribusi pangan dapat disederhanakan.
Mengenai Pemangkasan Rantai Pasok; Sebelum, 8 lini distribusi. Sesudah, 3 lini distribusi. Sedangkan, Manfaat Koperasi Merah Putih; Harga bahan pokok lebih stabil, Petani mendapatkan harga yang layak, Menyerap hasil pertanian masyarakat desa, hingga Mengatasi praktik tengkulak (middleman) yang mengambil keuntungan dari distribusi bahan pokok.
Setelah itu, Ia menjabarkan mengenai Dampak Penghapusan Middleman, peran PT Pos Indonesia, maupun Tegas Terhadap HET.
Dampak Penghapusan Middleman
- Keuntungan middleman sebelumnya 313 triliun rupiah
- Solusi Pemerintah: Setiap desa memiliki koperasi untuk distribusi langsung
Peran PT Pos Indonesia
- Mendukung operasional distribusi pangan
- Memastikan akses pangan lebih cepat dan efisien
Tegas Terhadap HET
- Dilarang menjual bahan pokok di atas HET
- Stok pangan melimpah (beras, minyak goreng dan lain-lain)
- Sanksi tegas bagi pedagang yang melanggar
“Ada gagasan besar dari Bapak Presiden, yaitu satu desa, satu koperasi. Koperasi Desa Merah Putih itulah yang akan menjadi solusi terpadu dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian desa,” kata Menteri Pertanian tersebut, sampai ke media ini, Jumat (14/3/2025). (Deon)




