• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Saturday, 2 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Ketika Dana Besar Menyapa Daerah: Harapan dan Risiko bagi Ekonomi Sulut

Ketika Dana Besar Menyapa Daerah: Harapan dan Risiko bagi Ekonomi Sulut

20/09/2025
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aristoteles Sjafii, Ketua Himaju Manajemen FEB Unsrat Periode 2019-2020, Sekretaris PMKRI Manado Masa Bakti 2020-2021

CAHAYASIANG.ID, Opini – Pemerintah pusat melalui Bank Indonesia dan Himbara menyalurkan dana Rp200 triliun untuk memperkuat kredit produktif. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan penting: sejauh mana dampaknya bagi daerah, khususnya Sulawesi Utara dan Kota Manado?

Potensi Positif untuk Ekonomi Daerah

Secara umum, Sulut memiliki potensi ekonomi yang kuat di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata. Manado sendiri lebih dominan pada sektor jasa, perdagangan, dan kuliner. Jika dana tersebut benar-benar disalurkan untuk kredit produktif, dampaknya bisa signifikan.

Petani di Minahasa misalnya, dapat memperoleh akses modal untuk membeli pupuk atau bibit. Nelayan di pesisir pantai nyiur melambai bisa mendapatkan kredit ringan untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap. UMKM di pasar Bersehati, pedagang kuliner di Kawasan megamas, hingga pelaku usaha pariwisata di Bunaken dapat terbantu dengan pinjaman bunga rendah. Dengan demikian, dana besar itu berpotensi menggerakkan sektor riil, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya beli masyarakat lokal.

Risiko dan Tantangan

Namun, kebijakan di atas kertas tidak selalu sama dengan realitas di lapangan. Tantangan utama di Sulut adalah akses kredit yang terbatas bagi pelaku usaha kecil. Banyak UMKM sulit memenuhi syarat agunan atau administrasi perbankan. Dalam praktiknya, bank lebih cenderung menyalurkan kredit ke debitur menengah-besar yang dianggap aman, seperti perusahaan properti atau kontraktor, ketimbang pedagang kecil.

Risiko lain adalah kredit macet. Jika dipaksakan tanpa pendampingan, pinjaman justru bisa membebani pelaku usaha kecil yang belum siap secara manajerial. Selain itu, ada potensi dana ini hanya terkonsentrasi di kota-kota besar di Jawa, sementara daerah seperti Sulut hanya mendapat efek tidak langsung.

Peran Pemerintah Daerah

Agar kebijakan ini benar-benar dirasakan masyarakat, peran pemerintah daerah menjadi sangat penting. Pemda Sulut maupun Kota Manado harus proaktif menjembatani UMKM, petani, dan nelayan dengan pihak perbankan. Skema seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) perlu dimaksimalkan, namun dengan pendampingan usaha agar kredit tidak hanya cair, tetapi juga produktif.

Selain itu, pemerintah daerah perlu mendorong Himbara di level lokal untuk fokus pada sektor unggulan daerah. Sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata seharusnya menjadi prioritas dalam penyaluran kredit. Tanpa arahan yang jelas, dana besar itu bisa saja hanya menyasar ke sektor konsumtif atau kelompok elit.

Penutup

Dana ini yang dikucurkan pemerintah memang berpotensi besar mendorong ekonomi. Namun, untuk Sulut dan Manado, dampak positif hanya akan nyata jika ada kebijakan afirmatif dan pengawasan ketat agar dana benar-benar sampai pada rakyat kecil, bukan hanya berputar di kalangan atas.

Keberhasilan kebijakan ini tidak hanya diukur dari besarnya dana yang beredar, melainkan sejauh mana petani, nelayan, dan UMKM lokal bisa merasakan manfaatnya. Dengan demikian, dana besar itu bukan hanya headline nasional, tetapi benar-benar menjadi energi baru bagi pembangunan ekonomi Sulawesi Utara. (Deon)

Post Views: 1,203
Bagikan ini :
Previous Post

Prof. DR. H . Husnan Bey Fananie, MA Adalah Sosok Pemimpin Yang Memiliki Segudang Prestasi Akademik, Serta Memiliki Leadership Yang Kokoh‎

Next Post

‎PP GMKI Gelar Dialog Kebangsaan;   Praktisi Hukum, Jan Maringka Bicara Amandemen Sebagai Suatu Kebutuhan‎

Next Post

‎PP GMKI Gelar Dialog Kebangsaan;   Praktisi Hukum, Jan Maringka Bicara Amandemen Sebagai Suatu Kebutuhan‎

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In