
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Manado, Dr. Willem Hanny Rawung, SS.,M.Hum, akhirnya buka suara terkait beredarnya isu tawuran dan ancaman kekerasan yang menyeret nama sekolahnya dan viral di media sosial.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah mengambil kebijakan belajar secara daring dari rumah hari ini, Selasa (29/09/2026).
Hal tersebut disampaikan Kepsek Willem Rawung saat dikonfirmasi media cahaya siang id di ruang kerjanya. Ia menegaskan keputusan belajar daring diambil setelah melalui pertimbangan yang sangat matang.
“Jadi sebenarnya kami mengambil keputusan untuk belajar daring dari rumah hari ini memang melalui pertimbangan yang sangat matang. Karena banyak sekali informasi-informasi yang akan terjadi tawuran, akan terjadi perkelahian dan lain-lain, sehingga kami ingin menyelamatkan anak-anak,” ujar Kepsek.
Kepsek menegaskan, SMA Negeri 7 Manado sendiri tidak terlibat dalam persoalan yang memicu isu tersebut. Namun, banyaknya postingan dan pesan di media sosial yang mengarah pada aksi kekerasan membuat pihak sekolah memilih langkah preventif.
“Padahal sebenarnya bukan SMA 7 yang terlibat di dalamnya. Tapi karena ada WA, ada postingan-postingan yang sudah mengarah ke tawuran, lebih baik kami belajar daring untuk hari ini,” tegasnya.
Keputusan tersebut juga diambil setelah adanya laporan dari siswa dan orang tua yang merasa sangat ketakutan akibat ancaman yang beredar luas.
“Orang tua sangat ketakutan karena ini menyangkut anak-anak mereka. Torang harus memberi rasa aman kepada anak-anak,” ungkapnya.
Willem memastikan, kebijakan daring ini bukan libur. Proses pembelajaran tetap berjalan secara online di bawah pengawasan guru-guru. Dan untuk besok, sekolah akan kembali normal seperti biasa dengan pengamanan ekstra.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Polsek Wanea dan jajaran pengamanan lainnya tetap disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Di akhir pernyataannya, Kepsek mengimbau kepada seluruh siswa dan orang tua untuk tetap tenang.
“Himbauannya tetap tenang. Ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian karena kami berkoordinasi dengan Polsek Wanea. Mudah-mudahan situasi ini cepat selesai karena ini menyangkut juga hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang sangat dibutuhkan,” tutupnya.


