CAHAYASIANG.ID, MINUT – Belakangan ini beredar kabar terkait adanya permintaan partisipasi dari pihak SMA Negeri 1 Guru Lombok terhadap siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2024 sebesar Rp 800.000 per siswa yang diambil dari dana bantuan yang akan diterima yaitu Rp 1.800.000 per siswa.

Terkait masalah ini Kepala SMA Negeri 1 Guru Lombok DR. Florensia E.A. Rembet M.Pd bersedia memberikan klarifikasinya. Ditemui di ruangannya pada (17/09/24), kepada media ini kepala Sekolah memberikan Penjelasan sebagai berikut :

- Jumlah Siswa Penerima bantuan PIP adalah 402 orang terdiri dari 310 orang lanjutan dan 92 orang nominatif (penerima baru).
- Pihak Sekolah mengundang orang tua siswa penerima PIP dalam rapat yang dilaksanakan pada Senin (13/09/2024) untuk memberikan penjelasan mengenai proses pencairan dana PIP beserta kelengkapan dokumen yang harus disiapkan.
- Pihak Sekolah hanya membantu siswa dalam hal administrasi untuk proses pencairan dana.
- Dana PIP dicairkan langsung ke rekening milik siswa sebesar Rp 1.800.000 secara utuh tanpa ada potongan dari pihak manapun.
- Tidak ada intervensi dari pihak sekolah terkait pencairan dan penggunaan dana PIP.
Terkait isu yang berkembang mengenai permintaan partisipasi sebesar Rp 800.000 per siswa, hal ini diduga berawal dari Pertemuan yang diadakan oleh pihak Sekolah dan orang tua siswa penerima PIP. Pada kesempatan itu Kepala Sekolah meminta agar supaya siswa dan orang tua siswa tetap memberikan dukungan terhadap semua program pemerintah termasuk yang terkait dengan program pendidikan salah satunya lewat program-program yang di jalankan oleh SMA Negeri 1 Guru lombok. Dengan nada bergurau (sesuai penjelasan Kepala Sekolah) Ia mengingatkan peran orang tua siswa lewat program Dana Peran Serta Masyarakat (DPSM) atau yang dulu dikenal dengan istilah uang komite. (Sebagai informasi DPSM merupakan dana sukarela yang sebelumnya sudah disepakati bersama saat rapat diawal tahun ajaran baru). “Jika bapak-ibu berkenan berhubung ada dana bantuan yang akan diterima, tidak ada salahnya jika bapak-ibu menunjukan dukungan lewat partisipasi DPSM” demikian kutipan dari penyampaian Kepala Sekolah Saat rapat bersama orang tua siswa. “Itupun tidak ada paksaan sifatnya sukarela dan perlu saya tegaskan tidak ada pemotongan dana dari pihak sekolah, karna dana PIP seratus persen masuk ke rekening siswa” tegas kepala Sekolah.
Lewat Klarifikasi ini pihak Sekolah berharap agar masyarakat dapat mengetahui informasi yang sebenarnya terkait masalah ini.
SMA Negeri 1 Guru Lombok sejatinya adalah salah satu SMA unggulan yang berada di Desa Kolongan Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara. Saat ini tercatat lebih dari 900 siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah ini. (*Mike)






