
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Sherly Tjoanda Laos berbicara luwes mengenai peran sekaligus tantangan sebagai Gubernur Maluku Utara kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.
Menurutnya di Podcast Whatsup, lebih sibuk membagi waktu antara yang di Maluku Utara dan Jakarta.
“Bagaimana seperti seorang ibu pada dasarnya, seperti Saya mengurus 3 anak, dan 1,3 juta anak. Kebutuhan dasarnya, pendidikan, kesehatan, rumah, gimana bisa menghasilkan ekonomi, pekerjaannya itu, hal-hal dasar yang saat ini kita lagi fokus benarin dulu,” bebernya di Platform YouTube Kementerian Hukum Republik Indonesia, Jumat (4/7/2025).
Ia juga mengatakan, Dalam 100 hari pertama sudah diberesin Pendidikan dan Kesehatan gratis, sekarang setelah kebutuhan dasarnya sudah gratis. Peningkatan pelayanan masih panjang PR nya.
“Sambil sekarang lagi masuk di Perikanan, Pertanian, gimana supaya mereka bisa menghasilkan duit sendiri, nilai tukarnya bagus, biar bisa mandiri secara ekonomi,” ungkap Ibu 3 anak tersebut.
Ditanya mengenai kerja bertarget 2 tahun namun dirinya mampu selesaikan dalam 100 hari, Sherly Laos menjawab singkat, Pendidikan dan Kesehatan?
“Kalau ada duit gampang tinggal bayar, Duitnya Saya kumpul dari sekian puluh OPD suruh efisiensi perjalanan dinas dan lain-lain, terus kebetulan ada program-program tidak terlalu produktif di bintangkan. Mumpung ada Inpres 01/2025 dari Pak Presiden waktu itu, Jadi membolehkan kita menggeser anggaran tanpa menunggu APBD P,” urainya.
“Karena APBD P itukan dibulan Agustus, sedangkan Saya membutuhkan hasil dari 100 hari, karena ada Inpres 01 kita bisa geser. Selama produk itu mengurangi kemiskinan, ketahanan pangan, jadi anggaranya digeser untuk Pendidikan dan Kesehatan. Kurang lebih sekitar hampir 70 Milyar untuk kebutuhan 1 tahun,” tuturnya. (Deon)






