Kedua, serikat buruh/pekerja harus memperkuat persatuan dan melakukan kordinasi yang inten terkait perjuangan UMP maupun berbagai kasus perburuhan yang terjadi. Ini harus dilakukan untuk menghindari terjadinya serikat hanya dimanfaatkan jadi “tukang stempel” kebijakan pemerintah daerah yang merugikan buruh/pekerja dan ini akan membuat buruh kehilangan kepercayaan pada serikat serta mempersulit perluasan perjuangan buruh.
Meningkatkan Perjuangan Buruh, Dari perjuangan Ekonomi Menuju Perjuangan Politik.
Tak diragukan lagi kekalahan beruntun perjuangan buruh/pekerja memerlukan strategi baru. Seperti sebelumnya, perjuangan buruh selama ini hanya berharap dari belas kasihan partai politik yang ada di parlemen dan kepala daerah yang berkuasa untuk sekedar mendapatkan “remah-remah roti” kesejahteraan dari kenaikan UMP.
Politik berharap belas kasihan dari partai politik yang dikuasai para pengusaha tersebut jelas hanya menghasilkan remah-remah roti kemakmuran bangsa kita. Itu karena kita klas pekerja tidak duduk satu meja dalam mengatur negara ini baik di legislatif (dewan perwakilan rakyat) maupun di eksekutif (kepala daerah, Gubernur maupun bupati/walikota).
Bersyukur saat ini prosedur demokrasi Indonesia telah memberi kesempatan bagi Partai Buruh yang dibangun kembali oleh 11 inisiator dari Konfederasi buruh, serikat petani dan Pejuang kesetaraan perempuan, ikut dalam kepesertaan Pemilu 2024, yang artinya, Buruh, petani dan kesetaraan perempuan yang menjadi inspirasi berdirinya Partai Buruh mempunyai alat perjuangan politik untuk merebut kekuasaan Legislatif maupun eksekutif yang selama ini dikuasai partai politik asuhan oligarkhi yang merugikan kaum buruh dan petani.
Tanpa alat politik sendiri, buruh/pekerja hanya akan terus melakukan praktek mengemis belas kasihan kepada mereka ketika harus menyelesaikan masalah kesejahteraan. Tanpa alat politik sendiri, kita, klas pekerja akan terus dimiskinkan agar mereka tetap terlihat baik dan jadi orang suci dengan segala bantuan BLT dan Berasnya menjelang Pemilu.
Mau tidak mau, Partai Buruh harus berani menyatakan diri bahwa kami adalah partai yang mewakili klas pekerja. Partai Buruh juga sejak awal dengan tegas akan menentang hasil keputusan kenaikan UMP Sulawesi Utara yang hanya 1,6 persen dan siapapun yang menjadi bagian dari kebijakan tersebut adalah para penghianat klas pekerja di Sulawesi Utara.
Dan sekali lagi, kegagalan dan kekalahan telah memberikan kami banyak pelajaran. Belajar dari kegagalan dan kekalahan tersebutlah kami mendirikan Partai Buruh agar perjuangan klas pekerja berada di jalur yang benar dalam sejarah umat manusia.
Akhir kata, Bersatulah kaum buruh, Bersatulah dalam satu barisan! Ambil masa depan bangsa di tanganmu, ubah nasibmu lewat perjuangan memenangkan Pemilu dan Pilkada 2024 !!






