• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Sunday, 8 March 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Kardinal Luis Antonio Tagle: Jembatan Antara Roma Dan Beijing, Hingga Peluang Menjadi Paus

Kardinal Luis Antonio Tagle: Jembatan Antara Roma Dan Beijing, Hingga Peluang Menjadi Paus

25/04/2025
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter
Kardinal Luis Antonio Tagle bersama bersama mendiang Paus Fransiskus.

CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kardinal Luis Antonio Tagle mencuat sebagai salah satu kandidat kuat dalam pemilihan Paus baru, pasca wafatnya Paus Fransiskus pada Senin Paskah, 21 April 2025.

Dimana, Tokoh Gereja asal Filipina itu dikenal luas sebagai sosok sederhana, progresif, dan memiliki akar yang kuat di Asia.

Kardinal berusia 67 tahun ini dijuluki sebagai “Fransiskus dari Asia” karena kedekatan gaya pastoral dan pemikirannya dengan mendiang Paus Fransiskus, yang selama masa kepemimpinannya dikenal sebagai reformis yang dekat dengan kaum miskin.

LATAR BELAKANG DAN PENDIDIKAN

Luis Antonio Tagle lahir di Manila, Filipina, pada 21 Juni 1957. Ia dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat, dengan ayah berkebangsaan Filipina dan ibu berdarah Tionghoa yang menelusuri leluhurnya dari kawasan Tiongkok Tenggara.

Pendidikan dasarnya ditempuh di St. Andrew’s School, Parañaque, Metro Manila. Ia kemudian melanjutkan studi filsafat di Ateneo de Manila University dan pendidikan teologi di Loyola School of Theology (LST), Quezon City. Setelah menyelesaikan pendidikan imamat di Seminari Tinggi San Jose, ia ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Imus pada 27 Februari 1982.

Pada 1985 hingga 1991, Kardinal Tagle melanjutkan studi doktoralnya di The Catholic University of America di Washington, D.C., Amerika Serikat, dengan spesialisasi dalam bidang eklesiologi. Disertasinya membahas kolegialitas episkopal dalam konteks Konsili Vatikan II.

Diketahui, Kardinal Tagle diangkat sebagai Uskup Agung Manila pada 2011 dan menjadi Kardinal pada 2012 oleh Paus Benediktus XVI. Ia merupakan kardinal ketujuh dari Filipina dan yang pertama menjabat sebagai Prefek Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa, posisi penting yang kerap dijuluki “Paus Merah” karena pengaruhnya terhadap wilayah misi Gereja Katolik, terutama di Afrika, Amerika Latin, dan Asia.

Sebagai pemimpin dikasteri tersebut, Kardinal Tagle memainkan peran strategis dalam upaya Gereja menyentuh umat di wilayah-wilayah Global South, di mana Gereja Katolik mengalami pertumbuhan signifikan meski menghadapi tantangan budaya dan politik.

KESEDERHAAN DAN KEPEDULIAAN SOSIAL

Kardinal Tagle dikenal luas atas gaya hidupnya yang sederhana. Ia tinggal selama 20 tahun di seminari Filipina dalam kamar tanpa pendingin udara dan televisi. Bahkan setelah menjadi uskup, ia tetap menolak mobil dinas dan memilih menggunakan transportasi umum seperti bus dan jeepney (Kendaraan umum sejenis angkot di Filipina).

Kesederhanaannya ini mengingatkan banyak pihak pada figur Paus Fransiskus. Selain itu, Kardinal Tagle juga aktif di Caritas Internationalis, sebagai komitmennya terhadap keadilan sosial dan bantuan kemanusiaan global.

Post Views: 3,453
Bagikan ini :
Halaman Selanjutnya
Dalam pernyataan publiknya, Kardinal Tagle kerap menekankan pentingnya...
Page 1 of 2
12Next
Previous Post

Bupati Sangihe Launching Layanan “Lapor Bupati” untuk Dekatkan Pemerintah dan Masyarakat

Next Post

Pemerintah Sangihe Luncurkan Program 100 Hari Kerja “Membara”, Wujud Aksi Nyata untuk Rakyat

Next Post

Pemerintah Sangihe Luncurkan Program 100 Hari Kerja “Membara”, Wujud Aksi Nyata untuk Rakyat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In