
CAHAYASIANG.ID, Bitung — Satrol Kodaeral VIII melaksanakan pengamanan kegiatan dan dukungan pencarian serta pertolongan (SAR) terhadap insiden terbakarnya kapal tanker MT. Mika Zayn di perairan Selat Lembeh Bitung, Sulawesi Utara, pada hari Minggu (1/11/2026) malam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengerahkan unsur KAL Patola VIII-27 dan RHIB dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII, guna mendukung penanganan insiden dan memastikan situasi tetap aman.
Adapun kejadian bermula sekitar pukul 17.00 Wita, saat MT. Mika Zayn yang berbendera Indonesia, 7. Panjang kapal: 85 meter, lebar kapal: 15 meter, dengan bobot mati (DWT): 3.670 ton yang sedang berlabuh di perairan Selat Lembeh Bitung, dengan posisi geografis: 1° 26′ 17″ LU, 125° 09′ 40″ BT. Kapal tersebut mengeluarkan asap dari bagian mesin yang kemudian memicu kebakaran.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak kapal segera berkoordinasi dengan Pelindo dan Pertamina untuk meminta bantuan penanganan serta pemadaman api. Dalam upaya mengamankan kapal, MT. Mika Zayn selanjutnya ditarik menggunakan kapal pandu menuju perairan di depan PT. AKR, Madidir, untuk menjalani proses pengamanan dan pendinginan guna mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Pada pukul 22.15 Wita, api berhasil dipadamkan dan proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan. Sementara itu, tim Basarnas masih melaksanakan proses evakuasi menggunakan KT. Tondano. Meski api telah padam, bagian ruang mesin masih mengeluarkan asap sehingga unsur pendukung tetap dalam status siaga untuk mengantisipasi kemungkinan yang dapat terjadi.
Kodaeral VIII melalui pengerahan unsur KAL Patola VIII-27 dan RHIB terus mendukung upaya penanganan insiden sesuai tugas dan kewenangannya, sebagai bentuk kesiapsiagaan unsur TNI AL dalam mendukung operasi SAR serta menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Sulawesi Utara.
Turut mendukung kegiatan pengamanan dan SAR antara lain KN. P 380 (Kapal Patroli KPLP), KT Bunaken (PT. Pelindo Marine Servis), dan FB Wisnu III (PT Pertamina Trans Kontinental). (*/ak)


