CAHAYASIANG.ID, SULUT – Gubernur Prof DR (HC) Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) sangat jeli melihat potensi besar yang ada di Sulawesi Utara terkait pengembangan infrastruktur ICT guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini nampak saat salah satu jajaran ODSK yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik Daerah Sulut Evans Steven Liow,S.Sos, MM menghadiri Rapat Koordinasi Bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Dalam Rangka Optimalisasi KESR BIMP-EAGA Pada Sektor ICT, Kamis, (30/05/2024) di Sintesa Peninsula Hotel.
Selain menghadiri kegiatan tersebut Evans Steven Liow yang pernah mengikuti pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI PPRA LXIV 2022 ini menjadi Narasumber dalam kegiatan penting tersebut.
Liow, yang memiliki sederet pengalaman di birokrasi ini mengatakan Peran Pemerintah dan Sektor Non-Pemerintah sangat penting. Menurutnya hal ini selalu disampai-sampaikan oleh Pak Gubernur maupun Pak Wakil Gubernur.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta/nonpemerintah sangat penting untuk mencapai tujuan ini.” Ujar Liow.
Lanjutnya menjelaskan, Infrastruktur ICT saat ini, konektivitas Internetnya sudah menjangkau 70% di wilayah Sulawesi Utara.Sebagian besar wilayah perkotaan memiliki akses internet broadband, sementara daerah pedesaan masih mengandalkan koneksi 3G atau 4G.
“Mengangkut Proyek Infrastruktur Utama, sudah ada Pembangunan fiber optic backbone yang menghubungkan kota-kota besar.Selain itu terjadi juga peningkatan kapasitas jaringan telekomunikasi di daerah pedesaan.” Bebernya sembari mengatakan penetrasi Internet ini menjangkau 60% rumah tangga dan 80% sekolah.
Untuk E-Government juga, menurut Liow, Implementasi layanan publik digital sudah ada digitalisasi pendidikan, dimana Program literasi digital termasuk peningkatan penggunaan platform
pembelajaran online.
“Ingat, tantangan kita kedepan adalah kesenjangan digital. Ini tentang Perbedaan akses antara perkotaan dan pedesaan. Selain itu untuk Literasi Digital tingkat literasi digital rendah. Makamnya hal ini membuat investasi terkendala keterbatasan anggaran dan minat investasi sektor swasta.” Paparnya.
Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memperluas Akses Internet, menyediakan akses internet broadband yang cepat dan andal ke seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk daerah terpencil dan pedesaan. Dan mengurangi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Untuk program dalam giat ini, ada kelas literasi digital, Program pendidikan dasar tentang penggunaan perangkat digital dan internet, menargetkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar, pekerja, dan kelompok rentan, Pelatihan Teknis Lanjutan, Kursus yang lebih mendalam tentang keterampilan ICT seperti pemrograman, analisis data, keamanan siber, dan desain grafis, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan perusahaan teknologi untuk menyediakan pelatihan praktis dan sertifikasi.
Ditanya soal manfaat, Kadis Kominfo Sulut menjelaskan bahwa untuk pemberdayaan masyarakat, dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain itu akan ada kesempatan kerja di sektor teknologi dan digital. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor melalui penggunaan teknologi.” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dapat mendorong Investasi dengan menyediakan platform untuk memfasilitasi investasi di sektor ICT dan industri terkait.Selain itu memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman antara pemangku kepentingan di bidang ICT termasuk kemitraan antara sektor pemerintah, swasta, dan akademisi untuk memperkuat ekosistem ICT.
Tak hanya disitu saja, dalam materi ini dijelaskan mengenai peningkatan akses pasar yakni membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform e-commerce. Mendukung UMKM dalam mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan penjualan dan pendapatan UMKM. (*JL)






