CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Beredar tulisan yang cukup menghebohkan dunia politik. Kabarnya Partai Demokrat di bawah kendali Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai kacau dalam sejarah parpol tersebut, dimana para kader dimintai uang kontribusi hingga angkanya tak main-main, yakni sampai 500 juta per caleg.

Hal ini ditulis oleh Dr H Didin Supriadin Msi yang kini tersebar melalui WA Group. Berikut kronologinya :
Diawali dari memasuki tahun politik pemilu 2024, menjelang persiapan pemilu legislatif DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat.
Dimana, Mulai mempersiapkan tahapan-tahapannya, untuk memulai dan menjaring bakal calon anggota legislatif baik untuk calon anggota DPRD Provinsi maupun Kab/Kota se-Jabar, sebagai berikut:
- Pada Tgl. 16 Juni 2022, DPD PD Jabar memberikan Surat Tugas No. 007ST/DPD.PD/VI/2022. Yang isinya memberikan tugas kepada saya untuk menjadi LO partai dengan KPUD. Alhamdulillah semua tugas dapat berjalan lancar dan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya.
- Kemudian dilanjutkan ketika ada rapat DPD PD Jabar saya pun diminta membantu tugas-tugas Badan Pemenangan Pemilu (BAPPILUDA).
- Ketika penjaringan dan pendaftaran caleg provinsi dimulai, para bacaleg diminta kontribusi sebesar Rp. 32.500.000 (Tiga Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
- BAPPILUDA PD Jabar melakukan FIT and PROFERT TEST serta wawancara sebanyak 2 kali, yang pertama dilakukan oleh internal pengurus yang ada di Bappiluda, dan yang ke kedua dilakukan dengan melibatkan unsur Ketua, Sekretaris, Bendahara, BPOKK, BAPPILUDA DPD PD Jabar.
- Ketika itu, Rabu tgl. 12 April 2023 di Kantor DPD PD Jabar semua bacaleg diminta mengisi Formulir pernyataan dengan salah satu pointnya yaitu mengisi kesiapan tambahan untuk Dana Saksi Partai, saat itu saya mengisi kesanggupannya yang saya isi sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus Juta Rupiah).
- Kemudian pada hari selasa, 2 Mei 2023, Bendahara DPD tiba-tiba menghubungi saya dan mengirim No. Rekening, saat itu saya diminta memberikan kontribusi untuk dana saksi sebesar Rp. 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah.
- Informasi dari Ketua DPD saya akan diberikan no. urut caleg di nomor urut 1 dapil Jabar 15 (Kota dan Kab. Tasikmalaya), karena kata Ibu Ratna Bendahara DPD, untuk di DPC seperti Kota Bandung, Kab. Bogor, Dll yang dapat no urut 1 bacaleg Kabupaten/Kota tersebut kontribusinya sebesar Rp. 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah).
7. Dilanjutkan pada hari Jumat siang, ba’da sholat Jum’at, 5 Mei 2023, Saudara M. Handarujati K. selaku Sekretaris DPD menghubungi saya via tlp, meminta saya agar segera membayar, dan kalau untuk pastinya kapan bisa membayar. Saat itu saya menjawab, saya akan iktiarkan dan meminta waktu paling telat 1 bulan.
8. Kemudian Sore harinya dihari yang sama, ba’da sholat Ashar, Sekretaris menelpon saya kembali, dengan memberitahukan kalau posisi no. urut 1 akan ditukar dengan pak Yoyom Romya (Bukan Pangurus), dengan alasan pak Yoyom siap membayar dan saya dikasih no. urut 2 dengan kontribusi yang tidak terlalu besar.
- Kemudian saat itu saya katakan, silahkan saja kalau Pak Yoyom dapat no. urut 1, tetapi saya akan mencabut berkas dan saya tidak akan mencalonkan. Setelah itu, Sekreatris DPD bilang ke saya, tunggu nanti dalam 5 menit saya akan ditelpon kembali.
9. Setelah itu, saya tunggu-tunggu sampai malam, bahkan sampai pagi harinya, dari Sekretaris DPD tidak ada lagi konfirmasi ataupun pemberitahuan lanjutan kepada saya.
Yang kemudian, akhirnya saya mengambil sikap untuk mengundurkan diri, baik sebagai Bacaleg ataupun dari keanggotaan Partai Demokrat, dengan alasan sebagai berikut:
- Saya menganggap sudah tidak ada lagi penghargaan dari Partai kepada Kader Utama, kepada pengurus inti DPD.
- Ketersinggungan saya dengan Sekretaris DPD PD Jabar dengan bahasa yang tidak patut dan secara etika tidak pantas, masa saya sebagai pengurus inti DPD dengan mudahnya. Cuma karena Uang, ada yang bukan pengurus mau ditukar no. urutnya menjadi no urut I hanya karena saat itu Pak Yoyom siap membayar.
- Padahal saya menjadi kader dan pengurus partai demokrat lebih dari 20 Tahun, mulai berdirinya Partai Demokrat, dengan perjalanan saya cukup Panjang, antara lain;
- Saya pendiri relawan SBY Fans Club di Pemilu tahun 2004 baik di Pusat ataupun di Jawa Barat, saya pernah menjadi Ketua Tim Gabungan Pemenangan Pilgub Jabar.
- Saya pernah menjadi Tim Penjaringan Caleg DPD PD Jabar, ketka Ketua DPD nya saat itu Alm. Ibu Adjeng Ratna Suminar maupun ketika era Bapak Mayjen (pur) Iwan R. Sulandjana.
- Di Kepengurusan DPD PD Jabar pun saya pernah menduduki berbagai posisi, mulai Wakil Bendahara, Wakil Sekretaris, dan Wakil Ketua sampai dengan saat ini.
- Di Legislatif pun di DPRD Provinsi Jawa Barat pun selama 2 periode saya pernah menjadi; Ketua Komisi V dan Ketua Komisi III, Sekretaris Fraksi, dan berbagai posisi di Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
- Atas dasar pengabdian, pengalaman, jam terbang, dedikasi, loyalitas serta pertimbangan kapasitas, kapabilitas yang saya miliki dan jalani selama ini, di Partai Demokrat, masa diabaikan begitu saja, seperti tidak ada artinya.
Itulah yang menyebabkan saya pada akhinya, memutuskan untuk MENGUNDURKAN DIRI dari keanggotaan Partai Demokrat.
Demikianlah kronologis ini, saya buat dengan sebenar-benamya, dalam keadaan sadar dan perenungan yang mendalam, semoga ada perubahan yang lebih baik di DPD PD JABAR buat kedepannya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Bandung, 7 Mei 2023
Hormat Saya,
DR. H. DIDIN SUPRIADIN, M.SI (*Dego)






