CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Rocky Gerung kembali mengomentari mengenai jurus Presiden Jokowi untuk menjegal Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres 2024.

Namun, Menurutnya, aksi Jokowi menggagalkan Anies justru tidak datang dengan Formula E.
“Bukan Formula E, melainkan melalui pengajuan Peninjauan Kembali (PK) Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko,” ujarnya.
Rocky Gerung mengatakan, PK yang diajukan Moeldoko lebih berbahaya, ketimbang bebasnya Anas Urbaningrum bagi kubu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Bisa saja, Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan kubu Moeldoko, meskipun sudah kalah di persidangan,” ungkapnya.
Dikutip dari Youtube Total Politik, Selasa (18/4/2023), Rocky Gerung membeberkan, yang lebih urgent soal gugatan Moeldoko.
“Begitu PK-nya turun, itu artinya Pak Moeldoko menang. Diatur sedemikian rupa lalu pindahlah kekuasaan dari AHY ke Moeldoko,” sebutnya.
Sementara, Rocky Gerung berpandangan, jika Moeldoko berhasil merebut Demokrat dari AHY, maka kemungkinan besar ia akan mencabut dukungan Demokrat untuk Anies Baswedan.
“Nah, pada saat yang sama pasti Moeldoko akan tarik dukungan pada Anies. Maka gagal Anies jadi presiden,” katanya.

Sambung Rocky Gerung, PK ini upaya hukum terakhir. Begitu diputuskan, menurutnya kita tidak tahu, ada sidang apa tidak di situ, tinggal soal memeriksa dalil hukum.
“Pihak AHY sudah tidak bisa meluncurkan manuver apapun bila kubu Moeldoko menang di MA nanti. Bagi rezim, Moeldoko atau bahkan Pak Jokowi lebih baik ikuti putusan PK,” terangnya. (*Dego)






