
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) Partai Golkar Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), nama Ezekiel Stuart Paruntu, SH (ESP) mulai mencuat sebagai salah satu figur yang didorong untuk memimpin DPD Partai Golkar Minsel.
Meski jadwal pelaksanaan MUSDA belum diumumkan secara pasti, dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut mulai menjadi perhatian. Sejauh ini, situasi internal Golkar Minsel terpantau relatif tenang, sementara dukungan terhadap figur yang dinilai layak memimpin partai mulai disuarakan sejumlah kader.
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara, Michaela Elsiana Paruntu, MARS (MEP), melalui pernyataan dalam percakapan WhatsApp menyampaikan bahwa pelaksanaan MUSDA Golkar Minsel masih menunggu penetapan jadwal.
Pernyataan tersebut turut disampaikan Kepala Sekretariat Partai Golkar Minsel, Refly Kewo, saat ditemui di kawasan kuliner Amurang.
Kepada media ini, Refly secara terbuka menyebut ESP sebagai figur yang menurut penilaiannya memiliki kapasitas untuk memimpin Partai Golkar di Minahasa Selatan.
“Sebagai kader militan Partai Golkar, meski saya tidak memiliki hak suara, namun saya sangat yakin Partai Golkar di tangan Bung ESP pasti berhasil dan siap mengamankan,” ujar Refly.
Pernyataan Refly menjadi salah satu sinyal dukungan terhadap ESP menjelang MUSDA. Namun, dukungan tersebut masih merupakan pandangan pribadi kader dan belum dapat diartikan sebagai keputusan resmi partai ataupun gambaran keseluruhan dukungan pemilik suara dalam MUSDA.
Di sisi lain, penentuan Ketua DPD Partai Golkar Minsel nantinya akan bergantung pada mekanisme organisasi, persyaratan pencalonan, serta proses pengambilan keputusan yang berlaku di internal partai.
Dengan jadwal MUSDA yang masih menunggu kepastian, perkembangan dukungan terhadap ESP maupun munculnya figur lain berpotensi menjadi bagian dari dinamika menjelang pemilihan kepemimpinan Golkar Minsel.
Publik kini menantikan kapan MUSDA akan digelar dan bagaimana proses konsolidasi internal partai tersebut akan berlangsung hingga terpilihnya ketua DPD untuk periode kepengurusan berikutnya.
(Roland)


