Peningkatan ini menunjukkan bertambahnya penduduk usia kerja yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Namun, kondisi tersebut juga menuntut ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai agar pertumbuhan partisipasi angkatan kerja dapat diimbangi dengan peluang kerja yang nyata.
Dorong Pendataan hingga Penempatan Kerja
Melalui Poliran, Polresta Manado mendorong agar data ketenagakerjaan dapat ditindaklanjuti dengan program yang lebih terarah. Langkah tersebut mencakup pendataan pencari kerja, penyebaran informasi lowongan, pelatihan keterampilan, hingga pembangunan kemitraan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Keterlibatan tokoh pemuda dan komunitas masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Mereka diharapkan dapat membantu menjangkau warga yang belum bekerja, mengidentifikasi potensi yang dimiliki, serta menghubungkan pencari kerja dengan pihak yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja.
Pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program sehingga informasi dan kesempatan kerja dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.
Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup penguatan komunikasi sosial serta dukungan terhadap upaya penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Manado berharap terbangun kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh pemuda, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat kesejahteraan keluarga, serta mendukung kemajuan ekonomi Kota Manado.(*RS)


