• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Friday, 1 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Impor Bawang Putih Dan Garam, Moeldoko Ungkap Permasalahannya Serta Berikan Solusinya

Impor Bawang Putih Dan Garam, Moeldoko Ungkap Permasalahannya Serta Berikan Solusinya

19/07/2023
in Ekonomi, Nasional, Pertanian
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan yang juga merupakan Ketua Moeldoko membeberkan, penyebab kenapa Indonesia harus impor bawang putih dan garam, sekaligus berikan solusi.

Mengenai Bawang Putih, Ketua Umum HKTI itupun menyebutkan, Impor dilakukan karena komoditas pangan itu bisa tumbuh baik di daerah dengan ketinggian di atas 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Bawang Putih dan Garam

Dia juga menambahkan, Jika dipaksa ditanam di daerah tidak seperti itu, maka hasilnya kurang bagus.

“Jadi kalau dipaksa pasti masyarakat enggak mau, hasilnya pasti jelek. Sehingga pada wilayah-wilayah itulah yang bisa ditanam,” kata Moeldoko pada hari, Rabu (12/7/23) lalu.

Guna mengatasi hal tersebut, Moeldoko berkata, Para importir harus menanam sebagian bawang putih yang diimpor.

“Para importir harus menanam sebagian bawang putih yang diimpor, sehingga bisa menyokong produksi dalam negeri,” jabarnya.

Sementara itu, Perihal Garam, Moeldoko mengatakan, impor dilakukan karena tidak semua pantai di Indonesia bisa memproduksi garam secara efisien.

“Garam hanya bisa di daerah-daerah tertentu yang memiliki tingkat kemarau yang panjang. Sebenarnya yang paling bagus di NTT karena tingkat keringnya panjang,” urai Panglima TNI 2013-2015 tersebut. (Dego*)

Post Views: 2,438
Bagikan ini :
Previous Post

Tak Hadir Tanpa Konfirmasi, Kejagung Agendakan Ulang Pemanggilan Airlangga Hartarto?

Next Post

Hendra Jacob Respon (HAJAR) Soroti Video Transaksi Ketua Timsel KPU Kab/Kota di Sulut, HJ : Harus Diproses Hukum

Next Post

Hendra Jacob Respon (HAJAR) Soroti Video Transaksi Ketua Timsel KPU Kab/Kota di Sulut, HJ : Harus Diproses Hukum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In