CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan yang juga merupakan Ketua Moeldoko membeberkan, penyebab kenapa Indonesia harus impor bawang putih dan garam, sekaligus berikan solusi.
Mengenai Bawang Putih, Ketua Umum HKTI itupun menyebutkan, Impor dilakukan karena komoditas pangan itu bisa tumbuh baik di daerah dengan ketinggian di atas 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dia juga menambahkan, Jika dipaksa ditanam di daerah tidak seperti itu, maka hasilnya kurang bagus.
“Jadi kalau dipaksa pasti masyarakat enggak mau, hasilnya pasti jelek. Sehingga pada wilayah-wilayah itulah yang bisa ditanam,” kata Moeldoko pada hari, Rabu (12/7/23) lalu.
Guna mengatasi hal tersebut, Moeldoko berkata, Para importir harus menanam sebagian bawang putih yang diimpor.
“Para importir harus menanam sebagian bawang putih yang diimpor, sehingga bisa menyokong produksi dalam negeri,” jabarnya.
Sementara itu, Perihal Garam, Moeldoko mengatakan, impor dilakukan karena tidak semua pantai di Indonesia bisa memproduksi garam secara efisien.
“Garam hanya bisa di daerah-daerah tertentu yang memiliki tingkat kemarau yang panjang. Sebenarnya yang paling bagus di NTT karena tingkat keringnya panjang,” urai Panglima TNI 2013-2015 tersebut. (Dego*)






