CAHAYASIANG.ID, MANADO – Mengawali pekan dengan penuh ucapan syukur, keluarga besar Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar Ibadah Paskah di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Senin (13/4/2026). Ibadah ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk memperkuat iman di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam khotbahnya yang didasari pembacaan Alkitab 1 Petrus 1:3-12, Pdt. Lietje Lumatauw mengangkat tema “Percaya kepada Dia sekalipun kamu tidak melihat-Nya”. Ia menegaskan bahwa makna Paskah bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bukti kemenangan atas dosa, pergumulan, dan kesulitan hidup.
“Paskah melepaskan semua belenggu, pergumulan, dan kesulitan hidup. Kebangkitan Yesus Kristus memberikan kebahagiaan dan sukacita yang menghidupkan semangat percaya kita,” ujarnya di hadapan jajaran pimpinan, dosen, pegawai, dan mahasiswa.
Ia juga mengingatkan jemaat tentang kondisi umat Kristen mula-mula pada masa pemerintahan Nero yang mengalami penganiayaan berat. Meski tidak melihat Yesus secara fisik, mereka tetap hidup dalam pengharapan dan sukacita.
“Bahwa Yesus yang hidup, maka setiap tantangan dan rintangan pasti akan menemukan jalan keluar,” pesannya.
Selain sebagai momen spiritual, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyampaian edaran penting dari pihak kampus terkait penegakan aturan kawasan tanpa rokok dan rokok elektrik (vape).
Polimdo secara tegas melarang seluruh civitas akademika—baik dosen, pegawai, mahasiswa, hingga tamu—untuk merokok di sembarang tempat, terlebih menggunakan rokok elektrik. Kampus hanya menyediakan beberapa titik khusus yang diperbolehkan untuk merokok konvensional, sementara penggunaan vape dilarang sepenuhnya di seluruh area kampus.
Kebijakan ini diberlakukan dengan sanksi tegas. Bagi mahasiswa, pelanggaran dapat berujung pada pencabutan berbagai fasilitas keringanan seperti KIP maupun penyesuaian UKT yang akan dikembalikan ke kategori normal. Sementara bagi dosen dan pegawai, pelanggaran akan berdampak pada penilaian kinerja dan tunjangan.
Petugas keamanan dan tenaga kebersihan juga diwajibkan mematuhi aturan tersebut, dengan pengawasan ketat di seluruh lingkungan kampus.
Pihak kampus menegaskan, kebijakan ini sejalan dengan imbauan dari Badan Narkotika Nasional terkait bahaya rokok dan vape terhadap kesehatan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan mahasiswa agar tetap sehat hingga menyelesaikan studi.
Selain itu, Polimdo juga tengah mengkaji kebijakan efisiensi aktivitas perkuliahan, termasuk kemungkinan penerapan kuliah daring satu hari dalam sepekan guna menekan penggunaan bahan bakar. Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan bersama pimpinan jurusan, mengingat beberapa program studi memiliki kegiatan praktikum yang tidak memungkinkan dilakukan secara online.
Melalui momentum Paskah ini, Polimdo berharap seluruh civitas akademika tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan disiplin dalam kehidupan kampus.(*RS)






