
CAHAYASIANG.ID, Manado — Dalam rangka menyambut Hari Bumi, Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tindakan Antusias Simpati Alam (Tansa) menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang penuh makna. Kegiatan tersebut meliputi pembagian bibit tomat, penanaman pucuk merah, pembersihan bantaran sungai, hingga fun rafting.
Seluruh rangkaian acara dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kairagi Satu dan Kairagi Dua, pada Sabtu (18/04/2026).
Yeni Pemikiran, warga Lingkungan VII, Kairagi II, Kecamatan Mapanget, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pembagian bibit tomat secara gratis.
“Terima kasih untuk KMPA Tansa atas bantuan bibit ini. Awalnya saya kira harus bayar, ternyata diberikan cuma-cuma. Semoga Tansa semakin sukses ke depannya dan terus berkontribusi bagi lingkungan, khususnya di bidang sosial,” ungkap Yeni sambil tersenyum.
Ketua KMPA Tansa, Meikel Pontolondo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026.
“Kami membagikan bibit tomat kepada masyarakat di Lingkungan VII, Kairagi II, Kecamatan Mapanget. Ini merupakan bagian dari upaya mendorong urban farming serta ketahanan pangan,” jelas Meikel.
Selain itu, KMPA Tansa juga menggelar aksi pembersihan di bantaran Sungai Kairagi Satu. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah sampah masuk ke aliran sungai yang dapat menyebabkan pencemaran, termasuk ancaman mikroplastik.

“Sebagian besar sampah yang kami temukan, baik di bantaran maupun di sungai, didominasi oleh plastik. Sangat disayangkan jika hal ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, KMPA Tansa juga melakukan penanaman pucuk merah di sepanjang bantaran sungai. Upaya ini menjadi bagian dari pembentukan hutan riparian yang berfungsi mencegah erosi dan menjaga kestabilan tanah.
“Kami berharap tanaman ini dapat berperan penting dalam menjaga ekosistem di sekitar sungai,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan fun rafting yang melibatkan seluruh peserta. Tidak hanya sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi, di mana peserta dari KMPA Tansa, KPPA Tarantula, dan GMPA Panthera Pardus diajarkan teknik dasar olahraga arung jeram.
Meikel, yang akrab disapa Eky, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak yang terlibat.
“Kesuksesan kegiatan ini adalah hasil dari kolaborasi seluruh anggota dan rekan-rekan komunitas pecinta alam yang turut berpartisipasi,” pungkasnya.(*Red)





