Sebelumnya, hasil uji klinis Vaksin Nusantara yang digagas dokter Terawan telah terbit di jurnal medis internasional Human vaccines & Immunotherapeutics yang terindeks di Jurnal ilmiah Scopus dengan impact factor yang sangat tinggi 8.34.
Tulisan bertajuk “A personal COVID-19 dendritic cell vaccine made at point-of-care: Feasibility, safety, and antigenspecific cellular immune responses itu dirilis pada 26 Agustus 2022.
Dalam kata pengantar artikel dituliskan, induksi antibodi penetralisir untuk perlindungan segera adalah penekanan dari laporan awal vaksin COVID-19 yang saat ini tersedia. Namun, ada peningkatan minat pada respons sel-T yang terkait dengan produk ini.
Selanjutnya dituliskan, disebutkan tujuan penelitian tersebut. Pertama menetapkan kelayakan persiapan vaksin sel dendritik pribadi terhadap protein lonjakan SARS-CoV-2 pada titik perawatan.
Kedua, menetapkan keamanan jangka pendek setelah injeksi vaksin subkutan tunggal.
Lalu ketiga, menentukan respons imun spesifik antigen setelah vaksinasi, dan keempat memilih formulasi yang disukai untuk uji coba di masa mendatang.
“Dengan dimuatnya Vaksin Nusantara dalam jurnal ini, menunjukkan bahwa Vaksin Nusantara dibuat bukan tanpa dasar-dasar ilmiah,” kata Peneliti Utama Vaksin Nusantara, Kolonel dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes, MM ketika dihubungi, Rabu (7/9).
Ditambahkan dr Jonny, yang pertama dimuat di jurnal Expert Review of Vaccine, memberikan gambaran alasan-alasan kenapa kita buat Vaksin Nusantara di luar tubuh.






