• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Senin, 21 September 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Harga Rica di Manado Masih ‘Pidis’, Program Pemprov Harus Segera Dievaluasi

Harga Rica di Manado Masih ‘Pidis’, Program Pemprov Harus Segera Dievaluasi

21/09/2026
in Sulut
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, MANADO – Intervensi pemerintah provinsi terhadap lonjakan harga cabai di Sulawesi Utara sepekan ini dengan mendatangkan cabai dari luar Sulawesi mendatangkan kontroversi di kalangan masyarakat dan pedagang.

Pasalnya upaya pemerintah dalam menekan lonjakan harga cabai yang meroket ini tidak terlalu berdampak signifikan terhadap harga cabai lokal yang tersedia di pasar, seperti contohnya di pasar pinasungkulan karombasan kota manado.

Pantauan langsung media cahayasiang.id senin 21/0/2026 pada pukul 07.00 hingga 09.00 wita aktifitas berbelanja masyarakat terhadap cabai lokal yang relatif mahal dengan kisaran harga 90 ribu sampai 100 ribu berjalan normal, sebab cabai yang diadakan pemerintah dengan harga yang relatif jauh lebih murah memiliki stok terbatas.

Ditambah lagi disinyalir ada permainan dari oknum-oknum pedagang yang menjadi penjual cabai bantuan pemerintah yang menjual dengan harga tinggi di jam-jam tertentu dan ada juga yang menyimpan sebagian stok cabai pemerintah untuk di jual di hari lain dengan harga yang sama dengan harga cabai lokal yang cukup tinggi.

Tindakan ini sangatlah berdampak bagi masyarakat sebab ditengah kenaikan harga cabai yang begitu tinggi masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi.

Sementara itu “Selfy” salah satu pembeli ketika di wawancarai berterima kasih atas bantuan dari pemerintah disaat seperti ini.

“Terimakasih untuk pemerintah yang sudah membantu kami masyarakat dengan harga cabai yang lumayan murah” ucap selfy

Sementara itu “Rendy” seorang pegadang cabai lokal yang juga sudah beberapa kali mendapatkan cabai bantuan pemerintah untuk di jual ke masyarakat mengaku merasa rugi dengan adanya cabai bantuan ini.

“Dengan adanya cabai pemerintah ini kami selaku pedagang merasa rugi sebab berat yang tertera dalam kemasan yang diberikan ke kami tidak sesuai, contoh dalam kemasan (kardus) tertera 30kg setelah kami timbang lagi hanya 28kg
ditambah dengan harga batasan maksimum penjualan yang diberikan sangat tidak sebanding dengan biaya yang kami keluarkan seperti ongkos angkut dan pikul serta kresek”. Jelas Rendy

Rendy juga menambahkan bahwa upaya pemerintah ini harus segera dievakuasi demi kepentingan bersama.

“Saya rasa upaya pemerintah ini harus segera di evaluasi agar dampaknya terasa dan tepat sasaran, saran saya sebaiknya cabai ini jangan masuk ke pasar-pasar namun pemerintah lakukan operasi pasar langsung serentak tanpa melibatkan pedagang seperti ini sebab ada oknum-oknum pedagang yang memanfaatkan cabai ini diambil dengan harga murah dijual sebagian dengan harga yang telah ditetapkan dan sebagian dijual nanti dengan harga mencapai dua kali lipat, saya rasa jika ini bisa dilakukan maka tujuan dari program ini akan lebih tepat sasaran dan efektif. Tutupnya.
(*Ezra.T)

Post Views: 724
Bagikan ini :
Previous Post

Pemkab Mitra Jalin Kerjasama Implementasi Integrasi NIB, NOP dan Validasi BPHTB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In