CAHAYASIANG.ID, MINAHASA – Seriusi masalah penyebaran virus ASF kepada ternak babi yang sudah masuk di wilayah Kabupaten Minahasa. DPRD Minahasa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah SKPD terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Pangan. Serta ada juga keterwakilan peternak babi.

RDP digelar, Jumat (28/7/23) di Ruangan Rapat Komisi II DPRD Minahasa. Rapat dihadiri sejumlah anggota DPRD yakni Ivone Andries, Deny Kalangi, Dharma Palar, Herson Walukouw, Monica Rorong, Piere Makisanti, Frany Sela dan Novlin Tampi.
Sementara dari SKPD, terpantau ada Kepala Dinas Pertanian Dr Margaritha Ratulangi bersama jajaran, Kepala Dinas Perdagangan Dano Warouw, serta sejumlah ASN dan peternak babi.
Dalam RDP, para wakil rakyat tersebut mendesak pihak Pemerintah Kabupaten Minahasa agar bisa secepat mungkin bergerak mengatasi permasalahan virus ASF. Serta juga membahas masalah pakan ternak yang masih mahal padahal harga jual babi menurun.
Kebetulan di Komisi II DPRD Minahasa ada beberapa anggota dewan yang juga adalah peternak babi, termasuk Srikandi PDI P asal Langowan Monica Rorong.
“Jadi kami sangat mengerti dan turut merasakan bagaimana situasi dan keadaan para peternak saat ini.
Salah satunya desa saya tercinta Desa Walewangko Kecamatan Langowan Barat, yang mungkin adalah salah satu desa paling terdampak, dimana mata pencaharian utama masyarakat adalah peternak babi dan jual beli babi,” ungkapnya.
Dampak dari penyebaran virus tersebut menyebabkan krisis ekonomi dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Karena menurut dia, hampir semua peternak di Minahasa baik peternak kecil maupun peternak besar mengalami kerugian akibat penyebaran virus dan anjloknya harga jual.
“Tetap semangat para peternak babi, torang pasti bisa lewati ini samua. Semoga segera ada solusi terbaik dari pemerintah untuk menangani hal ini. Mari torang sama-sama saling mendukung dan saling mendoakan. Deng jangan lupa jaga kebersihan,” pesannya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Dr Margaretha Ratulangi menyebut bahwa antisipasi dan penanganan sudah dilakukan sebelumnya. Dikatakannya, tim sudah dua minggu ini telah membagikan vitamin serta aktif melakukan penyemprotan cairan disinfektan di semua kandang peternakan.
“Bagi masyarakat Minahasa tak perlu takut bahkan was-was tentang isu flu ini. Namun masyarakat juga harus benar dalam proses pengolahannya agar aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Ia menyebut, sosialisasi kepada peternak soal bio security sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Kami sudah sosialisasi kepada semua peternak. Bahkan sejak tahun lalu sudah jalan,” kunci dia. (*Red)





