CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Sepeti yang kita ketahui, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan KSP Moeldoko merupakan dua sosok yang sangat bersemangat menenai perkembangan motor dan mobil listrik di Indonesia.

Sudah banyak pula, produsen mobil maupun motor listrik menjual produknya di berbagai pameran otomotif.
Namun, sayangnya ada problem yang harus segera di atasi terkait baterai baik untuk mobil ataupun motor listrik.
Sampai saat ini, Indonesia masih saja mengimpor baterai untuk kendaraan listrik tersebut.
Tetapi hal menarik lainnya, kenapa baik Luhut Binsar Pandjaitan serta Moeldoko getol bicara dengan nada seirama.
Bicara Teori Confict Of Interest, baik dalam Ilmu Ekonomi maupun Politik, jika ditemui Kepentingan yang sama atau serupa, baik Luhut Binsar Pandjaitan dan Moeldoko maka kesamaan pandangan menuju tahun 2024 bukan tidak mungkin kedua sosok tersebut bisa seirama.
Pertanyaan yang muncul simpel, Apakah 2024 Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan KSP Moeldoko akan seirama?
MENKO MARVES LUHUT PANDJAITAN
Optimis, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Ke depan Indonesia siap memproduksi sendiri baterai lithium untuk motor dan mobil listrik.
Jenderal Kehormatan TNI kemudian menjelaskan, Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa harga Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia masih terbilang cukup mahal bagi sebagian masyarakat.
“Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah lebih jauh dengan memberikan bantuan pemerintah dan insentif fiskal kepada masyarakat yang ingin membeli KBLBB,” ucap Menko Marves itu, dikutip Jumat (28/7/2023), ketika peluncuran Kebijakan Bantuan Pemerintah untuk KBLBB, beberapa waktu berlalu.
Ia menambahkan, Indonesia akan memproduksi baterai lithium.
“Kebetulan, kita memiliki besi yang cukup banyak. Jadi, LFP ini akan kita produksi juga di Indonesia. Kebetulan lagi, kita sudah memproduksi lithium processing plant di Morowali yang berkapasitas 60.000 ton per tahun, salah satu yang terbesar di dunia,” jelasnya menjabarkan.
Setelah itu, Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan, Jadi kita sekarang akan memasuki dua bidang ini.
“Kita membangun ekosistem di dalam energi baru yang menggantikan energi dari fosil,” sambung Lulusan Terbaik Akmil tahun 1970.
KSP MOELDOKO
Menurut KSP Moeldoko, Komponen kendaraan listrik, seperti baterai, dinamo, dan controller, memengaruhi biaya produksi kendaraan listrik.
“Ada yang harus kita fokuskan. Pertama baterai, kedua dinamo, dan yang ketiga controller-nya. Karena ketiga hal ini sementara masih impor,” kata Panglima TNI 2013-2015, mengutip Jumat (28/7/2023), Saat pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022.
Dengan tegas, KSP Moeldoko menyampaikan, Jadi mestinya BRIN menuju ke sana, kejar habis sampai ketemu. (Dego)





