CAHAYASIANG.ID, MANADO – Setiap orang memiliki persepsi berbeda-beda tentang dunia perkuliahan, Ada yang menganggap kuliah itu merupakan hal yang penting, namun juga ada yang menganggap kuliah itu hanya buang-buang waktu dan uang.

Anggapan itu berbeda dengan Fonny Raranta. Menurut dia, kuliah sangat membantu dirinya dalam mengasah otak maupun skill. dalam bidang jurusan yang di pilih, pengalamannya kuliah selama 4 tahun, ada banyak tantangan yang di hadapi. Sedih, senang, bahagia tercampur baur di kampus FIPP Universitas Negeri Manado (UNIMA).
“Sempat mau berhenti kuliah karena masalah pembayaran UKT sudah tidak punya uang lagi, tetapi dengan campuran tangan Tuhan, menggerakkan Dosen pembimbingnya waktu itu masih Dra Pensy Wantania M.Si membantu membayarkan UKTnya “Kata Fonny Jumat (21/07/23)
Kepada cahayasiang.id, Fonny Raranta mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang pemilik hidup,
karena berkat dan kuasanya sehingga dirinya bisa Yudisium menyelesaikan Ujian S1 dengan judul: Strategi Pembelajaran Orang Tua bagi Anak di masa Pandemi Covid-19 di Desa Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa dengan Nim 17104011 dan 3,33 memuaskan.
Kini dirinya sudah mendapat Gelar Sarjana Fonny Elisabeth Raranta S.Pd.

Proses S1 ini tidak lepas dari bantuan bimbingan dan dorongan dari orang tua mama Detty Mewengkang, Anak-anak Regina Briandy dan Sela, Keluarga, sahabat, yang ada di prodi PLS Rommi, Doni, Maurits.
Fonny juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat Prof. Dr Deitje Adolfien, M.Pd selaku Rektor UNIMA, dan Prof. Dr, Harol.R. Lamapow M.Pd selaku Dekan di Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Psikologi juga sebagai Dosen Pembimbing 1 juga mengucapkan terima kasih kepada Kajur pls/Pendidikan Luar Sekolah Dr Asna H Bolangitan M.Pd juga sebagai Dosen pembimbing 2 yang selama ini sudah membimbingnya.
“Untuk Dosen-dosen penguji yang sudah bekerja sama dalam menguji sehingga bisa menyelesaikan S1 di fakultas ilmu pendidikan Dan psikologi jurusan PLS. Kiranya ilmu yang saya dapatkan di kampus akan Saya terapkan dimana saya pergi dan berada khususnya, dalam dunia jurnalistik” tutupnya (*Ivan)






