CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Akademisi Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi, Ferry Daud Liando menanggapi sejumlah publikasi hasil survei terkait Elektabilitas tiga pasang capres dan cawapres, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Saat dihubungi jurnalis CAHAYASIANG.ID, Minggu (5/11/2023) sore, Punggawa Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) itupun menjelaskan, Hasil survei hari ini belum tentu akan stbil sampai pada hari pemungutan suara.
“Potensi perubahan bisa saja akan berubah, atau berubah drastis. Pergeseran dan pergerakan sikap pemilih masih akan berubah-ubah. Apalagi jumlah pemilih dalam DPT terdapat hampir 60% pemilih gen Z, dan pemilih milenilal,” kata Ferry Liando.
Dirinya juga mengingatkan, Perilaku pemilih ini cenderung bersifat swing voters atau pemilih yang belum ada pilihan, atau bisa saja sudah ada pilihan tapi belum absolut.
“Masih akan berpindah-pindah, belum menentukan pilhan,” lanjut Ferry Liando.
KARAKTER PEMILIH SAAT INI SEBAGIAN BESAR PRAGMATIS
Sementara dari aspek lain, Menurut Akademisi jebolan GMKI tersebut, Karakter pemilih saat ini sebagian besar bersifat pragmatis.
“Mereka tidak punya idola, tidak terikat secara idiologis dan cenderung irasional. Karakter pemilih ini lebih rentan di pengaruhi dengan uang, hadiah atau imbalan lain,” ucap Ferry Liando.
Sambungnya, Jadi apa yang berhasil di rekam saat ini, terkait siapa yang dipilih sekarang belum tentu akan sama ketika masuk di TPS.
“Survei itu bermanfaat sebagai alat analisis untuk mengukur kekuatan, kepercayaan, kesenangan dan kebutuhan publik. Dalam hal ini survei itu sangat positif dalam perencanaan, penyusunan strategi atau pengambilan keputusan,” beber Ferry Liando.
BAGI PARPOL SURVEI BERMANFAAT SEBAGAI PERTIMBANGAN
Ferry Liando mengatakan, Bagi parpol survei itu bermanfaat sebagai pertimbagan dalam mengusung calon dan pasangannya.
“Siapa figur yang paling banyak di kenal dan...






