
CAHAYASIANG.ID, Minahasa – Bertempat di halaman Kantor BPMP Sulut, Pineleng, Kabupaten Minahasa, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) resmi dimulai, pada Senin (10/8/2026).
Pada tahun ajaran pertama ini, terdapat 160 siswa telah berhasil dijaring melalui proses rekrutmen yang ketat berdasarkan pola Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Masing-masing lokasi, yakni SNT 4 Minahasa Utara dan SNT 13 Bolaang Mongondow (Bolmong), menampung 80 siswa yang terbagi atas 40 siswa jenjang SMP (dua rombongan belajar) dan 40 siswa jenjang SMA (dua rombongan belajar).
Kepada para awak media, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut sekaligus Ketua Tim Transisi SNT Sulut, Febry Dien, menjelaskan tentang SNT, baik dari itu soal sistem rekrutmen siswa juga kesiapan fasilitas pembelajaran tersebut.
“Untuk rekrutmen siswa baru, kami melakukan ketat berdasarkan pola Seleksi Penerimaan Murid Baru atau SPMB dengan menyaring siswa-siswi terbaik dari sekolah-sekolah di sekitar lokasi SNT, baik untuk kelas VII SMP maupun kelas X SMA,” papar Febry.
Sementara, pembanguan konstruksi fisik untuk kedua gedung SNT tersebut diselenggarakan mulai dibangun pada Oktober 2026 secara multi-years. Oleh jarena itu, selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas belajar-mengajar SNT 4 Minahasa Utara Ditempatkan sementara di gedung BPMP Sulut, sedangkan SNT 13 Bolmong menempati gedung SMPN 5 Dumoga.
“Targetnya tahun depan gedung sudah penuh sehingga para siswa bisa langsung pindah dan belajar di fasilitas baru tersebut,” ungkapnya.
Program SNT ini merupakan bagian dari amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). SNT bertujuan menggabungkan kesempurnaan SMP dan SMA dalam satu ekosistem, guna memperluas akses pendidikan unggul berbasis kurikulum nasional yang diperkaya dengan kompetensi STEM, kesenian, dan olahraga. (ak)



