
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Dampak Badai ELNINO mulai terasa di Sulawesi Utara dengan terasanya panas yang sangat terik disiang hari serta terjadinya berbagai kasus Kebakaran Lahan dan Hutan “KARHUTLAH” di berbagai lokasi di Sulawesi Utara.
Seperti yang terjadi di lokasi hutan lindung gunung soputan yang memerlukan konsentrasi sumberdaya yang begitu besar dengan lokasi yang begiu luas dan medan yang sangat sulit.
Aliansi Relawan KARHUTLAH 2015 Christian Tambuwun Menilai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Rainer Nicko Dondokambey, S.Hut.,M.A.P terkesan santai-santai saja padahal ada agenda besar di depan mata yaitu peringatan hut proklamasi ke 81 yang setiap tahun dirayakan dan diperingati oleh segenap elemen masyarakat indonesia termasuk para penggiat alam di sulawesi utara.
“Seharusnya beliau sudah sbisa melakukan Deteksi dini serta melakukan mitigasi dengan resiko yang begitu besar, kegiatan pendakian dan upacara bendera penggiat alam selalu dihadiri ribuan pendaki. Contohnya Lokasi Gunung Soputan Tahun 2025 jumlah pendaki yang terdata mencapai _+ 5000 Pendaki. Dengan konsentrasi masa yang begitu banyak kelalayan manusia pasti ada, jangan sampai kejadian KARHUTLAH seperti tahun 2015 terjadi baru mengambil tindakan.” ujarnya.
Ia juga menyarankan Kepala Dinas Kehutanan segera berkoordinasi dengan Instansi terkait lainnya untuk menutup sementara dan membuat larangan pendakian di beberapa lokasi faforit yang sering dijadikan lokasi kegiatan seperti GN. KLABAT Minahasa Utara, GN. SOPUTAN Minahasa Tenggara, GN. LOKON dan MAHAWU Tomohon, GN. AMBANG Kota Kotamobagu serta Tangkoko Batu Angus Bitung
“Lokasi-lokasi ini juga sangat fital sebab merupakan lokasi Hutan lindung, Hutan Konservasi, Hutan Cagar Alam yang harus kita jaga bersama” tutupnya. (*Ezra.T)


