CAHAYASIANG.ID, TOMOHON- Warga Gereja di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara bersama umat Kristiani di seluruh penjuru dunia menggelar Ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati peristiwa Kematian Yesus Kristus di Kayu Salib sejak subuh sampai sore, pada Jumat (29/03/2024).

Sudah menjadi tradisi gereja sejak berabad-abad lamanya, dalam merefleksikan rasa duka mendalam atas derita maha tragis yang di tanggung oleh Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia, jemaat Gereja di Kota yang menjadi pusat Kristen di Sulut ini dominan menggunakan pakaian serba hitam.
Demikian juga dalam prosesi/liturgi ibadah, jemaat dan pemimpin/khadim dominan menyanyikan lagu bertema Sengsara dan Kematian yang disinkronkan dengan perikop Bacaan Alkitab. Antara lain yang diliput oleh wartawan Cahaya Siang adalah Jemaat Gereja yang ada di kecamatan Tomohon Utara seperti Wilayah Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Kakaskasen.
Pendeta Mintje Pangemanan, MTh saat memimpin Ibadah di Jemaat “Pniel”Kayawu Wilayah Kakaskasen, secara menyeluruh membaca proses Via Dolorosa Matius 26:36 – Matius 27:55. Dalam Khotbahnya, Pangemanan kembali mengungkap kedahsyatan sesungguhnya yang terjadi dalam “tragedy
penyaliban terfenomenal” dalam sejarah peradaban umat manusia tersebut.
“Ingat ! pada waktu penyaliban dan Kematian Yesus Kristus tiba-tiba terjadi kegelapan di bumi. Ada gempa yang dibarengi dengan kebangkitan orang-orang Kudus. Tirai di Bait Suci terbelah dua. Dan lain-lain yang akhirnya memaksa banyak pihak, termasuk Kepala Pasukan Romawi yang menyalibkan Yesus harus mengaku secara jujur, bahwa Sungguh benar, jika Yesus adalah Tuhan itu sendiri,” ungkap Pangemanan.
Hal ini, tegas Pangemanan, sudah jauh lebih cukup untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan sesungguhnya yang telah turun ke dunia dalam wujud manusia. Diketahui, khususnya GMIM, setiap jam 3 sore (sesuai jam kematian Yesus Kristus di Kayu Salib) selalu di adakan Sakramen Perjamuan Kudus secara serentak.

Dan secara keseluruhan, perayaan Jumat Agung di Kota Tomohon sudah berjalan lancar dan aman berkat dukungan Tim Pengamanan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang di bantu oleh Tim Khusus internal Gereja seperti Panji Yosua GMIM dan Legium Christy Katolik. (Joppy WKR)






