
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Suasana haru menyelimuti warga Kampung Bowone, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, setelah dua warga asal Kampung Lesabe, Kecamatan Tabukan Selatan, dilaporkan tertimbun tanah akibat longsoran di lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI), Jumat (21/8/2025) sekitar pukul 11.30 WITA.
Kedua korban masing-masing adalah Jatri Lomboh dan Viktor Luis Pontoh alias Luis, yang saat itu sedang bekerja di lubang galian bersama sejumlah rekan mereka. Menurut keterangan saksi, tanah dari bagian atas lubang tiba-tiba longsor dan langsung menimbun kedua korban.
Seorang saksi, Jun Vendri Diamare, mengisahkan bahwa saat kejadian ia sedang berada sekitar 60 meter dari lokasi lubang. “Saya baru saja pindah ke tempat pemecahan batu, tidak lama kemudian ada teman datang berlari memberi tahu bahwa Ja dan Luis tertimbun longsor,” ungkapnya dengan wajah pucat.

Saksi lain, Viali Aer, yang berada hanya lima meter dari lokasi, mengaku melihat langsung tanah runtuh menimpa tubuh kedua korban. “Saya sempat teriak memanggil teman lain, karena longsoran jatuh cepat sekali,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tubuh kedua korban masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan oleh aparat Polsek Tabukan Selatan, pemerintah kecamatan, serta para penambang setempat.
Kapolsek Tabukan Selatan IPTU Budi Salindeho membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya bersama warga masih berupaya keras melakukan penggalian.
Kejadian ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan di lokasi tambang rakyat, terutama yang tidak memiliki izin resmi dan standar keselamatan memadai. Sementara itu, keluarga korban dan warga sekitar terus berkumpul di sekitar lokasi dengan penuh harap agar pencarian segera membuahkan hasil. (* Anto)






