
CAHAYASIANG.ID, Manado – Kehadiran Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 di Dermaga Bitung, menjadi bagian dari pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Bilateral Orruda tahun 2026 dengan Russian Navy, serta melaksanakan tugas operasi perbatasan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., didampingi Ketua Daerah Kodaeral VIII Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Emy Dery T.S., melaksanakan kunjungan sekaligus meninjau kesiapan unsur KRI GNR-332 yang sandar di wilayah kerja Kodaeral VIII pada Sabtu (11/7/2026).
Adapun kedatangan KRI GNR-332 dalam rangka mendukung pelaksanaan operasi perbatasan TNI Angkatan Laut, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan laut serta meningkatkan kehadiran unsur TNI AL di wilayah perbatasan dan perairan strategis Indonesia.
Selain itu, kehadiran KRI GNR-332 sekaligus untuk melaksanakan Satgas Orruda 2026 guna memperkuat diplomasi maritim TNI AL bersama Russian Navy. Kunjungan Dankodaeral VIII tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap prajurit yang sedang melaksanakan tugas operasi.
Dalam kunjungannya, Dankodaeral VIII menerima paparan dari Komandan KRI GNR-332 terkait kesiapan kapal, kondisi personel, serta pelaksanaan tugas operasi yang akan dan sedang dilaksanakan. Selain itu, Dankodaeral VIII juga meninjau fasilitas kapal serta memberikan motivasi kepada seluruh prajurit agar tetap menjaga profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian dalam setiap pelaksanaan tugas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ir Kodaeral VIII, Kapoksahli Kodaeral VIII, Seluruh Asisten Dankodaeral VIII, Dansatrol Kodaeral VIII, Kadisfaslan Kodaeral VIII, Kadiskomlek Kodaeral VIII, Ka Akun Kodaeral VIII dan pengurus Daerah Kodaeral VIII Gabungan Jalasenastri Koarmada RI.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergitas antara Kodaeral VIII dengan unsur-unsur TNI Angkatan Laut yang melaksanakan operasi di wilayah kerja Kodaeral VIII, sekaligus melaksanakan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, untuk membangun TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan berdaya gentar serta mampu berperan aktif dalam menjaga keamanan maritim kawasan. (*/ak)


