
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) vokasi yang kompeten, profesional dan berdaya saing global.
Hal itu ditegaskan Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra. Mareyke Alelo, MBA., saat memberikan sambutan pada Workshop Jurusan Pariwisata, Program Studi D-IV Perhotelan yang digelar di Ruang Kelas Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai 1 Polimdo.
Workshop tersebut mengusung tema strategis bertajuk “Penguatan Teaching Factory, Kompetisi SDM dan Kemitraan Industri Menuju Pendidikan Vokasi Berdaya Saing Global”.
Dalam sambutannya, Mareyke Alelo menegaskan pentingnya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui konsep link and match.

Menurutnya, pendidikan vokasi tidak boleh berjalan sendiri. Kurikulum, metode pembelajaran, hingga kompetensi yang diajarkan harus relevan dan selaras dengan standar industri terkini.
“Polimdo harus terus memperkuat link and match. Salah satu langkah konkretnya adalah pengembangan teaching factory secara berkelanjutan, serta membangun kemitraan yang luas dengan berbagai pihak industri,” ujar Mareyke.
Konsep teaching factory sendiri merupakan model pembelajaran yang menghadirkan suasana industri sesungguhnya di dalam kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung mempraktikkan proses produksi barang atau jasa sesuai standar industri, dibimbing oleh dosen dan praktisi industri.
Melalui penguatan teaching factory di Jurusan Pariwisata khususnya Prodi D-IV Perhotelan, Polimdo menargetkan mahasiswa mampu menguasai kompetensi teknis perhotelan, mulai dari tata kelola front office, housekeeping, food and beverage, hingga manajemen event dan MICE.
Tidak hanya itu, Mareyke juga mendorong peningkatan kompetisi SDM melalui keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai ajang kompetisi vokasi baik tingkat regional, nasional hingga internasional.
“Dengan kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan industri, kita harapkan Polimdo mampu menghasilkan lulusan vokasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja, dan mampu bersaing secara global,” tambahnya.
Workshop tersebut dihadiri oleh pimpinan jurusan, dosen, mitra industri perhotelan dan pariwisata di Sulawesi Utara, serta mahasiswa.

Melalui strategi penguatan teaching factory dan kemitraan industri ini, Polimdo optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri, pariwisata, dan perekonomian masyarakat di Sulawesi Utara, sejalan dengan program Dikti Saintek Berdampak. (*RS)


