CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan kepada keluarga yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrem di Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, Kamis (8/1/2026).
Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako, alas tidur, selimut, serta terpal, diberikan kepada keluarga terdampak yakni keluarga Mangoot–Lumansik warga RT 8 Kelurahan Santiago Tahuna.
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kepulauan Sangihe dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan, serta merusak tanggul pengaman pantai. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 6 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 WITA.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe, Drs. Docta Pangandaheng, MM, yang secara langsung menyerahkan bantuan, menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang terdampak. Pemerintah akan terus berupaya hadir dan memberikan perhatian bagi warga yang mengalami musibah, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini,” ujar Pangandaheng.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, S.Sos., menyampaikan bahwa seluruh data kerusakan telah dilakukan pendataan oleh tim BPBD. Terkait kerusakan tanggul pengaman pantai yang panjangnya mencapai ratusan meter, Labesi menjelaskan bahwa penanganannya masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Akibat musibah tersebut, kerugian warga ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Meski demikian, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa.
Turut hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut, Kepala Dinas Sosial Drs. Docta Pangandaheng, MM, Kepala BPBD Wandu Labesi, S.Sos., Plt Camat Tahuna Joice Kaluara, Lurah Santiago Tri Rizky Lahinda, bersama jajaran terkait serta awak media.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. (*Anto Harindah)





