
CAHAYASIANG.ID, Sulut – Kenaikkan harga beras di Sulawesi Utara menjadi perhatian Pemerintah Provinsi dibawa kendali Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK), lewat Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut.
Kadistanak Pemprov Sulut, Nova Pangemanan menegaskan, Tanam Panen Padi lewat aspek produksi tak ada masalah.
Ia menjelaskan, Tanam panen padi di Sulawesi Utara sesuai data di lapangan yang laporkan oleh penyuluh pertanian di setiap desa/kelurahan didampingi TNI, bahwa aspek produksi, tidak ada masalah.
Sambungnya, Dilihat dari hasil pemantauan lapangan, masalah lonjakan harga beras berada di ranah sistem distribusi dan rantai pasokan komoditi yang menjadi ranah kewenangan instansi terkait.
Dia menambahkan, Terkait panen padi yang produksinya baik di Sulut, dibuktikan Luas Tambah Tanam (LTT) meningkat, sehingga kabupaten/kota juga mendapat reward dengan memberikan bantuan Alsintan yakni traktor crawler lewat lobi Gubernur Yulius Selvanus yang mampu mendatangkan bantuan ini, akan diserahkan saat kunjungan kerja nanti seperti di wilayah Bolaang Mongondow sebanyak 2 unit traktor crawler kemudian Bolsel 1 Unit, Bolmut 2 unit, Boltim 1 unit dan Minut 2 unit.
“Bantuan traktor crawler tahun 2025 akan diserahkan Gubernur nanti saat kunker,” kata Nova Pangemanan.
Produksi Padi Semester I Tahun 2025 sebanyak 254.593 Ton, berikut rinciannya:
- Bolmong Selatan 3.413 Ton
- Minahasa Utara 19.960 Ton
- Minahasa 14.407 Ton
- Tomohon 2.512 Ton
- Talaud 40 Ton
- Minahasa Selatan 5.003 Ton
- Bolaang Mongondow 169. 479 Ton
- Kotamobagu 9.503 Ton
- Bolmong Timur 3.567 Ton
- Bolmong Utara 13.974 Ton
- Minahasa Tenggara 12.805 Ton
- Sangihe 4 Ton
- Bitung 100 Ton
- Sitaro 0 Ton (*/red)





