CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sangat banyak terjadi di Indonesia. Disampaikan Ini berdampak pada keamanan nasional dan internasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, saat membuka langsung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Intelijen Keimigrasian di Pullman Hotel Central Park Jakarta.
Yasonna dalam sambutannya menyinggung tentang TPPO, dimana kasus kejahatan perdagangan orang menunjukkan tren yang semakin meningkat. Dampaknya ialah secara psikologis bagi individu atau kelompok masyarakat, tdan juga terhadap keamanan nasional dan internasional.

“Petugas Intelijen Keimigrasian harus dapat bekerjasama dengan stakeholder dalam menjaga keamanan negara dan berfungsi sebagai mata dan telinga negara,” Ucap Menkumham.
Kegiatan rakor yang diikuti Kepala Divisi (Kadiv) Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut Friece Sumolang ini,m engusung tema “Strategi Peningkatan peran Intelijen Keimigrasian menuju Imigrasi PASTI”, diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi sejak tanggal 22 hingga 24 Agustus 2023, yang bertujuan menggali strategi peningkatan peran Intelijen Keimigrasian dalam membangun imigrasi PASTI.
Kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan pemaparan materi dari beberapa narasumber terkait Penguatan dan strategi dalam Intelijen yang dibagi dalam 2 sesi. Selanjutnya di hari kedua, dilanjutkan dengan penyusunan Policy Brief dan Executive Summary dengan tema “Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan serta pelanggaran Keimigrasian”.
Turut memberikan penguatan tentang Intelijen Keimigrasian Wakil Menteri Hukum dan HAM Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, Sekertaris Jenderal Komjen. Pol. Andap Budhi Revianto dan Dirjen Imigrasi Silmy Karim.(ak/*)






