CAHAYASIANG.ID, Jakarta – SMRC merilis hasil survei terbarunya terkait Petarungan Politik di Jawa Barat pada hari Kamis (7/9/23).

Dimana sebagai Provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, Jawa Barat menjadi medan pertarungan penting bagi Partai Politik maupun Calon Presiden di Pilpres 2024.
Saiful Mujani menjelaskan, Jawa Barat itu adalah Provinsi dengan pemilih paling banyak. Tapi juga unik, tingkat pluralitas dilihat dari pemilihan terhadap dukungan kepada Partai itu sangat tinggi.
“Hampir semua partai punya suara di Jawa Barat. Pernah disitu yang berjaya adalah Golkar, pernah berjaya disitu PDI Perjuangan, pernah kuat juga PKS, pernah juga berjaya Partai Demokrat gitu yah,” kata Saiful Mujani menjabarkan.

Ia menambahkan, Dalam 20 tahun terakhir (di Jawa Barat) Swingnya itu sangat tinggi dan Partai-Partai yang lain mendapatkan suara signifikan disitu.
“Sangat cair jika dilihat terhadap dukungan terhadap Partai. Kita lihat dalam survei kita 2 tahun terakhir dari 2021 sampai 2023. Namun 3 hingga 4 bulan terakhir Gerindra menguat juga,”
Dirinya menekankan, Posisi sekarang dalam survei terakhir adalah Gerindra dan PDI Perjuangan tidak terlalu besar ini berhubungan dengan menguatnya Prabowo secara nasional.
“Kita melihat PKS cukup stabil, konsisten bahkan makin menguat kalau kita lihat dari 8 persen, menjadi 14 persen. Itu ada kenaikan signifikan PKS di Jawa Barat,” ungkap Saiful Mujani.
GANJAR VS PRABOWO DI JAWA BARAT

Saiful Mujani mengatakan, di Jawa Barat antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Menurut data SMRC Prabowo Subianto unggul atas Ganjar Pranowo jika berhadapan Head To Head di angka 26 Persen.
“Tren Pemilihan Presiden di Jawa Barat pada Survei terakhir, Ganjar 31 persen, dan Prabowo 57 persen itu cukup konsisten,” jawabnya
Saiful Mujani kemudian mengingatkan, Di Provinsi Paling banyak penduduk, yakni Jawa Barat secara umum Prabowo Subianto diatas.
“Ini tantangan yang sangat kuat terhadap Ganjar. Karena kalau Ganjar ingin menang di Jawa Barat kalahnya tidak boleh terlalu banyak juga. Karena jika selisihnya katakan 30 persen gitu beda itu terlalu berat, kalaupun Ganjar menang di Provinsi yang lain,” jabarnya. (DYW)






