Analisis lain yang mempengaruhi minat adalah degradasi moral. Dimana pengaruh media sosial, kemajuan teknologi, kurangnya pendidikan moral, serta pengaruh globalisasi, turut menyebabkan penurunan minat kaum muda.
Kondisi Kepramukaan di Tanah Nyiur Melambai
Beranjak dari hasil Munas XI Aceh itu, sedikit banyak telah menggambarkan kondisi terkini yang dialami Gerakan Pramuka di Sulawesi Utara. Hampir keseluruhan kelemahan Gerakan Pramuka yang tersebut dalam Munas XI Aceh terjadi di Tanah Nyiur Melambai.
Hal itu merujuk dari berbagai komentar serta diskusi-diskusi yang lahir, terutama dari para aktivis dan pemerhati kegiatan Pramuka, yang spesifik menyoal kepengurusan Kwartir Daerah (Kwarda) di tingkat Provinsi dan sejumlah Kwartir Cabang (Kwarcab) di Kota/Kabupaten.

Mereka berpendapat, hampir semua kepengurusan kwartir telah terbungkus kepentingan politik praktis. Selain itu, kepengurusan disejumlah kwartir telah diisi oleh figur-figur dengan latar belakang kepramukaan yang tidak jelas bahkan nihil.
Pun perlu diketahui, Sulut merupakan tuan rumah penyelenggaran Munas I (Pertama) Gerakan Pramuka, semenjak berganti nama dari Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah atau Anpunda. Munas I itu diselenggarakan pada tanggal 20 hingga 27 Nopember 1974, di Kompleks Pendidikan dan Latihan Kepolisian RI di Manado.
Pramuka Menjawab Tantangan Dalam Program 5 Tahun
Menjawab berbagai tantangan di atas, melalui Munas XI di Aceh, Kwarnas telah menetapkan visi agar Pramuka dapat menjadi lembaga pendidikan nonformal dalam mengembangkan SDM unggul, yang berkarakter Pancasila dan berkecakapan hidup yang berkualitas.

Kwarnas juga telah menetapkan lima misi yang dianggap perlu dilakukan setiap elemen Gerakan Pramuka. Misi pertama, mewujudkan sistim pembinaan anggota muda yang berkarakter Pancasila dan berkecakapan hidup yang selaras dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Kedua, Mengelola anggota dewasa yang selaras dengan kebutuhan pembinaan anggota muda. Ketiga, menyelenggaraan tata kelola organisasi Gerakan Pramuka dengan menerapkan prinsip good scout governance and lean organization.
Misi keempat adalah menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan jiwa kesukarelawanan, kewirausahaan, profesionalisme, kepemimpinan, pengabdian masyarakat dan kesadaran bela negara. Kelima, menyelenggarakan kerjasama kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan secara profesional untuk mendukung penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Gerakan Pramuka.
Lima misi ini telah diejawantahkan melalui sejumlah agenda strategis Nawa Karsa Gerakan Pramuka untuk kurun waktu 2024-2028. Di tahun 2025, target pembenahan Gerakan Pramuka yang ditetapkan Kwarnas adalah pembentukan dan revitalisasi lembaga strategis pendukung kebijakan dan pembinaan. (red)





