CAHAYASIANG.ID, MANADO – Kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di sebuah Penginapan di Winangun Kota Manado telah memasuki Sidang Pertama, Selasa (05/09/23).

Diketahui, korban masih berusia 14 tahun dan saat kejadian masih duduk di bangku SMP. Sebut saja Mawar (Nama disamarkan) mengalami tindak pemerkosaan yang dilakukan oleh terdakwa bernama Ahmad Dilly Dolosemba warga yang berdomisili di Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Dari kronologi yang didapatkan oleh media cahayasiang.id, bermula saat Mawar baru pulang dari rumah temannya dan melewati rumah tempat pelaku duduk bersama teman-temannya. Secara spontan dan sopan, Mawarpun menyapa orang-orang tersebut “Selamat sore” ucap Mawar sambil terus melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah.
Sontak Pelaku langsung berdiri dan mengejar Mawar dan bertanya “sapa pe anak pa ngana cewek? rupa baru ini Qt lia cewe rupa ngana di lorong sini (Anak siapa kamu? Sepertinya saya baru pertama kali melihatmu di lorong sini)” tanya Pelaku. Mawar pun langsung menjawab siapa dirinya, siapa ayahnya serta menunjuk rumahnya. Mendengar jawaban Mawar, Pelaku pun berkata bahwa dia masih bersaudara dengan Mawar sambil minta nomor Whatsapp. Tanpa menaruh curiga, Mawar pun langsung memberikan nomor Whatsapp nya karena berpikir bahwa Pelaku masih bersaudara dengannya.
Pelaku yang sudah punya niat jahat ini berulang kali menelpon dan mengirim pesan ke Mawar sampai membuat mawar risih. Bahkan pelaku beberapa kali mengajaknya untuk bertemu dan jalan-jalan tapi ditolak oleh Mawar. Usaha pelaku inipun terus dilakukan sampai kurang lebih satu minggu.
Pelaku juga sempat mengajak Mawar untuk pacaran, namun ditolak oleh Mawar. “Kira-kira 1 Minggu sebelum kejadian, karena qt pikir basudara dengan mmg orang tua belum kase qt ba cowok terlebih khusus papi (Karena saya pikir kita masih ada hubungan keluarga, dan memang orang tua saya belum mengijinkan saya pacaran, terlebih khusus ayah)” tutur Mawar
Pelaku dan Mawar pun sempat ketemu, dimana Pelaku mengajak korban pergi ke Tatelu.
“Dia bilang batamang akang dia mo cek lokasi di tambang tatelu. Pas bajalang hari itu, nda terjadi apa-apa. Dengan nda ada gerak-gerik mencurigakan kalau dia mo melakukan itu. Jadi qt nda curiga sama skali (Dia bilang temani dirinya untuk ke lokasi Tambang di Tatelu. Saat itu tidak terjadi apa-apa. Tidak ada juga gerak-gerik mencurigakan kalau dia akan melakukan itu. Jadi saya tidak curiga sama sekali)” terang Mawar
Kemudian saat kejadian di tanggal 08 Juni 2023, Mawar saat itu berada di rumah. Dan pelaku mengirim pesan serta Video Call ke Mawar dan mengajaknya bertemu kembali.
“Karena pertemuan pertama dia nda ba aneh-aneh, jadi qt Iyo for bakudapa kedua kalinya dengan dia. Sebelum bakudapa Qt tanya, mo kemana? Dia bilang cuman mo jalan-jalan nda lama. Kong Qt Iyo bajalan deng dia, tapi ternyata dia bawah pa qt di penginapan yang dari awal qt nda tau klo itu penginapan, qt tahu itu rumah biasa.” terang Mawar
Sesampainya di Penginapan yang terletak di Winangun, Mawar sempat bertanya ke Pelaku “Mo ka mana so ini?” Dan pelaku hanya menjawab singkat “Iko jo”. Terdengar juga oleh Mawar seorang Ibu-ibu penjaga penginapan tersebut mengatakan sesuatu. “Yang tempat biasa? Somo maso?” tanya penjaga penginapan tersebut. Spontan, mendengar itu, Mawar pun bertanya “Tempat apa so ini?” Sambil dijawab oleh Pelaku “Nda kwa Iko jo”.
Setelah sampai dikamar yang dipesan, Pelaku langsung menguncinya. Karena masih penasaran dan masih polos. Mawar pun bertanya lagi “Mo ba apa Torang di sini?” Dan pelaku menjawab “Nda noh, cuma bacarita kong duduk-duduk”.
Beberapa menit kemudian, Pelaku yang sudah merencanakan aksi...






