
CAHAYASIANG.ID, MANADO — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) mengambil langkah tegas menyikapi insiden berdarah dan viral yang melibatkan oknum anggotanya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Sebanyak 12 anggota Polri diperiksa intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), dengan hasil 11 di antaranya terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan langsung dijebloskan ke tempat khusus (patsus).
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan komitmen nyata pimpinan kepolisian untuk tidak memberi toleransi bagi anggota yang melanggar aturan.
“Propam Polda Sulut telah memeriksa 12 anggota. Dari hasil pemeriksaan, 11 anggota terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan telah ditempatkan di tempat khusus,” ujar Endrastiawan di Manado, Senin (26/10/2026).
Di tengah langkah penegakan disiplin internal tersebut, Kapolda Sulut secara terbuka juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden di Minsel. Kendati demikian, Endrastiawan memastikan permohonan maaf tersebut tidak mengurangi komitmen institusi untuk memproses hukum anggota yang bersalah secara tegas.
Insiden yang menuai sorotan publik dan viral di media sosial ini terjadi pada Sabtu (24/10/2026) dini hari. Peristiwa bermula ketika tim patroli malam Polres Minsel mendapati sekelompok pemuda dan warga yang tengah menenggak minuman keras (miras). Petugas awalnya berinisiatif membubarkan kerumunan demi mencegah gangguan keamanan. Situasi mendadak memanas setelah kaca belakang mobil patroli terkena lemparan batu. Saat petugas berupaya mencari pelaku pelemparan, gesekan di lapangan tak terhindarkan.
Dalam kericuhan tersebut, polisi mengamankan seorang terduga provokator serta menyita sembilan buah panah wayer di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Seorang personel patroli turut dilaporkan mengalami luka pada bagian kaki akibat panah wayer dan kini tengah menjalani perawatan medis.
Kapolres Minsel, AKBP David Candra Babega, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan seluruh tindakan di lapangan berjalan sesuai prosedur, profesional, proporsional, dan humanis.
“Insiden ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan personel. Kami pastikan setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai hukum dan kode etik Polri,” tegas David.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kondusifitas wilayah serta tidak melakukan tindakan berbahaya, seperti menyerang petugas menggunakan benda tumpul atau senjata berbahaya. Saat ini, jajaran Polres Minsel terus menggencarkan patroli preventif guna memulihkan serta meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
(*Ezra.T)


