
CAHAYASIANG.ID, MANADO – PT Bank SulutGo (BSG) memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah melalui kemitraan sektor pertanian dan perkebunan. Langkah tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pola Kemitraan Sektor Pertanian dan Perkebunan di Kantor Pusat BSG, Kamis (3/9/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perbankan, pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), petani, serta pelaku usaha dalam mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah.
Kabupaten Minahasa Tenggara menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian melalui pengembangan komoditas kelapa. Melalui pola kemitraan tersebut, diharapkan petani tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga mendapatkan dukungan dari sisi budidaya hingga kepastian pemasaran hasil produksi.
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Bupati Minahasa Tenggara Ronald Kandoli bersama Sekretaris Daerah David H. Lalandos, A.P., M.M., serta Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Phebe Judita Punuindoong, S.H., M.Pd.
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Minahasa Tenggara Ir. Vecky Monigir, M.E., dan Kepala BPKPD Minahasa Tenggara Halens R. Ole, S.E., M.S.A.Ak.
Dari OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo hadir Kepala OJK Robert H.P. Sianipar, Deputi Kepala OJK Budiman P. Siahaan, serta Manager Divisi PEPK dan LMS OJK Toar Kaesar Dotulung.
Sementara dari BSG, hadir Direktur Utama Revino M. Pepah, Group Head Pemasaran Iskandar Modjo, sejumlah pemimpin divisi terkait, serta Pemimpin BSG Cabang Ratahan Jeane Y. Arina.
Dalam kerja sama tersebut, ruang lingkup kemitraan mencakup MoU tentang Pola Kemitraan Sektor Pertanian/Perkebunan serta PKS mengenai Pola Kemitraan Budidaya Tanaman Kelapa dan Pemasaran Kelapa beserta hasil olahannya.
Skema ini diharapkan mampu membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi. BSG berperan dalam memberikan dukungan pembiayaan dan akses layanan keuangan, sementara pemerintah daerah bersama pihak terkait memberikan pendampingan dalam pengembangan budidaya serta penguatan akses pasar.
Dengan adanya kepastian pembiayaan dan pemasaran, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah komoditas kelapa.
Langkah tersebut juga dinilai strategis dalam mendorong sektor pertanian menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat di daerah.
“Sinergi ini merupakan wujud nyata peran strategis Bank SulutGo sebagai ‘Torang Pe Bank’ yang senantiasa hadir menggerakkan perekonomian daerah, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui kemitraan yang dibangun secara berkelanjutan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada aspek pembiayaan semata, tetapi mampu menciptakan rantai usaha pertanian yang kuat, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.
BSG bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pun diharapkan dapat terus memperluas pola kemitraan serupa, sehingga komoditas unggulan daerah semakin berdaya saing dan memberikan efek berganda bagi peningkatan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi regional.(*RS)


