CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko meyampaikan bahwa pemerintah menaruh perhatian besar pada upaya transisi energi, pengalihan penggunaan sumber energi berbahan fosil, ke sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.

“Jika berbicara tentang hubungan yang baik antara pertumbuhan ekonomi dan pengurangan emisi, saya optimistis Indonesia memimpin dalam hal ini,” kata Moeldoko dalam siaran pers yang diterima, Rabu (17/5/2023).
Sambung Moeldoko, Menurut Dia, Pemerintah menaruh perhatian dan komitmen besar terhadap transisi energi dan ini bukan hanya jargon atau janji kosong.
Kemudian, Panglima TNI 2013-2015 tersebut menjelaskan, pernyataan itu menyusul apresiasi dari Bank Dunia terhadap komitmen dan upaya konsisten Pemerintah Indonesia, dalam melakukan transformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
“Bahwa pada masa presidensi Indonesia di G20 tahun 2022, ekonomi hijau dan transisi energi menjadi tema bahasan besar dalam pertemuan-pertemuan penting,” ujar Moeldoko.
Lanjut Peraih Bintang Adhi Makayasa 1981 ini, Bagi Dia, beberapa kebijakan Pemerintah Indonesia dinilai efektif mengurangi laju deforestasi, termasuk di antaranya penerapan Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit.
“Pemerintah Indonesia menyiapkan pembangunan kawasan industri hijau seluas 30.000 hektare di wilayah Provinsi Kalimantan Utara,” ungkap Moeldoko.
_Moeldoko Menerima Kunjungan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen_
Saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen, di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2023).
Di Kesempatan yang sama, Satu Kahkonen memberikan apresiasinya, atas komitmen dan upaya konsisten Indonesia dalam melakukan transformasi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang berdampak pada produksi emisi karbon, sama seperti yang terjadi di negara-negara berkembang lainnya,” jelas Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia.
Lanjut Satu Kahkonen, Namun kabar gembiranya, laju produksi emisi karbon di Indonesia tidak sepesat pertumbuhan pendapatan per kapitanya. (Dego)






